Anggota DPRD Sumedang Geram, Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Heti Andorina, menyoroti dampak sosial dari tujuh kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang baru-baru ini berhasil diungkap Polres Sumedang.
“Dalam hal ini, yang disoroti adalah bagaimana dampak sosial di masyarakat, serta kelangsungan hidup korban yang sangat kekurangan karena pelaku adalah tulang punggung keluarganya,” kata Heti, yang akrab disapa Teh Cinot, saat diwawancarai Tahu Ekspres, Rabu (25/12/2024).
Ia mengatakan, pemerintah perlu serius dalam pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara intens, dengan membuat program khusus yang berkolaborasi dengan pemangku kepentingan.
“Pemerintah perlu memperhatikan hal ini agar tidak terjadi lagi kasus-kasus yang sama, dengan mengadakan program khusus yang intens kepada masyarakat melalui desa, berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kader-kader di desa, seperti PKK, posyandu, dan pos KB, juga dapat dilibatkan,” tambahnya.
Kesehatan korban, lanjut Teh Cinot, perlu diperhatikan, dan dirinya merasa prihatin dengan kejadian tersebut.
“Ngeri sekali membaca kasus demi kasus. Saya khawatir dengan kesehatan korban saat mengandung, pasca melahirkan, hingga membesarkan anaknya,” ujar Teh Cinot.
Teh Cinot juga menambahkan bahwa edukasi dari orangtua sangat penting untuk anak-anaknya, terutama peran seorang ibu.
“Anak-anak juga membutuhkan edukasi lebih, khususnya dalam bidang pendidikan. Prinsipnya, tidak boleh ada sentuhan dari siapa pun selain ibunya di umur tertentu,” pungkasnya.







