Sumedang — Pak Tono, seorang perajin gula aren di Dusun Antara I, Desa Tamansari, Kecamatan Cibugel, Sumedang, masih menjalankan usaha pengolahan gula aren secara tradisional. Aktivitas tersebut telah ia jalani sejak sekitar 1990-an.
Selama lebih dari tiga dekade, Tono tetap mempertahankan proses produksi gula aren yang dimulai dari penyadapan nira hingga memasaknya menjadi gula aren. Usaha tersebut dijalankan secara sederhana tanpa mengandalkan mesin produksi modern.
Subekhi, pegawai Tono, mengatakan kualitas nira aren menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan gula aren. Menurutnya, kondisi pohon aren dan lingkungan tempat pohon tumbuh turut memengaruhi hasil sadapan.
“Kualitas kawung, terutama pohon aren dari sini, berbeda karena prosesnya dari tanah yang subur dan berada di kawasan pegunungan,” kata Subekhi.
Ia menjelaskan hasil sadapan dari setiap pohon aren tidak selalu sama. Bahkan, menurut Subekhi, ada pohon yang mampu menghasilkan banyak nira, tetapi ada pula yang tidak mengeluarkan nira sama sekali.
“Keunikan pohon aren itu seperti orang jodoh-jodohan. Kalau sudah jodohnya, kita menyadap dua bambu pun penuh. Tapi kalau dia tidak mau sama orang itu, pohonnya tidak mau mengeluarkan air nira sama sekali,” ujarnya.
Menurut Subekhi, proses produksi gula aren dimulai dengan menyadap nira dari pohon aren. Nira kemudian dimasak hingga mencapai tingkat kematangan tertentu sebelum dicetak menjadi gula aren.
Ia menceritakan, pengalaman selama puluhan tahun membuat Tono terbiasa mengandalkan keterampilan dalam menentukan tingkat kematangan nira. Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena perubahan tekstur, rasa, dan warna dapat memengaruhi hasil akhir gula aren.
Meski telah bertahan selama lebih dari 30 tahun, usaha Tono selama ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat di sekitar tempat produksinya saja. Produk tersebut belum banyak mendapatkan eksposur di luar wilayah Cibugel.

Pada awal Agustus 2026, Kelompok 5 Orda-Mitra Pemda Sumedang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendokumentasikan aktivitas Tono melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mahasiswa tersebut merekam proses pembuatan gula aren secara tradisional dalam sebuah karya dokumenter audiovisual. Dokumentasi itu menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan aktivitas dan produk olahan gula aren dari Dusun Antara I, Desa Tamansari, Kec. Cibugel kepada masyarakat yang lebih luas.









