EkonomiPemerintahanPendidikanSosialSumedang

Program PKW LPKMA Sumedang: Bantu Pemuda Menganggur Jadi Wirausaha Handal

Sumedang – Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) menjadi salah satu inisiatif unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjawab tantangan angka pengangguran di kalangan usia produktif.

Program ini dikelola dengan penuh tanggung jawab sebagai wujud yg diberikan oleh Kemendikdasmen kepada LPKMA untuk tahun anggaran 2026.

Hal itu diungkapkan oleh Eti Rusmiati, selaku Pimpinan Lembaga Pelatihan Komputer dan Manajemen Actual (LPKMA) di Kantornya yang berlokasi di Jl. Prabu Geusan Ulun No.123, Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jum’at (15/05/2026) siang.

Sasaran utama program ini adalah Anak Tidak Sekolah (ATS) serta warga usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan, menganggur, dan belum memiliki pekerjaan tetap. Batasan usianya sangat jelas, yakni mulai dari 17 hingga 25 tahun. Bahkan sistem pendaftaran secara otomatis akan menolak jika peserta melebihi batas usia tersebut meski hanya terpaut satu hari.

Baca Juga :  Kebakaran di Cimanggung Sumedang Tewaskan 1 Warga, 2 Rumah dan 2 Motor Hangus Terbakar

Pembelajaran dalam program ini tidak berdiri sendiri, melainkan dibangun atas dasar sinergi kuat dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), platform digital, lembaga perbankan, hingga dunia industri. Kolaborasi ini dianggapnya sangat krusial agar materi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

Salah satu contoh nyata dapat dilihat pada Pelatihan Tata Boga Pastry & Bakery. Materi tidak hanya sekadar mengajarkan resep, tetapi juga menyesuaikan dengan tren yang sedang digemari konsumen, seperti pembuatan brownies dan kue pelangi. Kurikulum pun dirancang mengikuti standar yang diterapkan oleh usaha roti yang sudah mapan serta didukung akses pemasaran lewat layanan pesan-antar populer.

“Peserta diajarkan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran. Kami mengajarkan cara memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan platform lain, termasuk teknik pembuatan konten hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Penyusunan rencana usaha dan pengelolaan keuangan pun menjadi bagian wajib,” Tuturnya.

Baca Juga :  Munculnya kesadaran Tatar Sunda, Mahkota Binokasih Jadi Simbol Utama Pelestarian Budaya

Pendidikan karakter ditempatkan sebagai prioritas utama. Sikap sopan santun, keramahan, dan etika melayani konsumen ditanamkan sejak awal. Hal ini dianggap sangat penting karena kualitas pelayanan menjadi kunci agar pembeli mau kembali lagi. Selain itu, mental wirausaha juga dibentuk agar peserta siap menghadapi pasang surut dunia usaha, dilatih untuk tetap sabar dan bekerja keras meski menghadapi kesulitan.

Aspek keselamatan kerja juga tidak luput diperhatikan. Instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan turut hadir memberikan pelatihan menangani situasi darurat, seperti kebocoran gas dan bahaya kebakaran, mengingat peralatan yang digunakan berhubungan erat dengan api, listrik, dan benda tajam.

Setelah menguasai teori dan praktik, peserta juga dibekali pengetahuan perbankan untuk memahami cara mengakses permodalan di masa mendatang. Dukungan instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu turut berperan membantu pengurusan legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga standar kebersihan dan kehalalan produk.

Baca Juga :  Harga Kacang Kedelai Meroket, Omzet Pedagang Anjlok

Sebagai dukungan nyata semua peserta diberikan Alat dan bahan rintisan usaha seperti Booth, Kopor, oven, mixer, anaka loyang, bowl dan bahan-bahan praktek. Harapannya, program ini benar-benar mampu mengubah nasib warga yang sebelumnya menganggur menjadi pengusaha baru yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Eti Rusmiati berharap di tahun ini, penyelenggaraan pelatihan program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lebih dapat dioptimalkan kembali, lancar dan sukses.

“Terpenting, LPKMA ini dapat memberikan kebermanfaatan yang benar-benar berdampak bagi para lulusan, tentunya saya juga bangga dan puas ketika pada akhirnya alumni bisa sukses menjalani karir berwirausaha, menjadi pengusaha sukses.” ungkapnya memungkasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800