94 Calon Haji Sumedang Diberangkatkan Menuju Indramayu// Diharapkan Bawa Nama Baik Daerah dan Doakan Kemajuan Sumedang
Sumedang – Sebanyak 94 orang jamaah calon haji angkatan 2026 resmi diberangkatkan dari Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Rabu (13/5/2026) siang.
Rombongan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 29 dari Sumedang rencananya akan menuju asrama haji di Kabupaten Indramayu, sebelum akhirnya diterbangkan ke tanah suci melalui bandara Kertajati Majalengka.
Di antara para pemberangkatan, tercatat nama Solihin Oyo (87) dan Farras Garneta Wigastara (17), yang menjadi bagian dari jamaah tahun ini dengan rentang usia yang cukup lebar, membuktikan panggilan Allah menyapa hamba‑Nya dari berbagai generasi.
Sebelum dilepas, para jamaah mendapatkan pembekalan dan arahan dari Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir. Dalam sambutannya Dony mengingatkan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah kehormatan besar.
“Allah memilih Ibu dan Bapak untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Tentunya ini bukan panggilan biasa, ini undangan kehormatan langsung dari Sang Pencipta. Allah memilih Ibu Bapak sesuai dengan kemampuannya, mampu untuk menjalankannya,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh jamaah senantiasa optimis dan yakin akan mendapatkan kekuatan lahir maupun batin selama menjalani ibadah. Mengingat, dari ratusan juta penduduk Indonesia hingga miliaran umat Islam di dunia, hanya segelintir yang mendapatkan kesempatan ini.
“Bayangkan, dari ratusan juta penduduk Indonesia dan milyaran umat Islam dunia, Ibu Bapaklah yang sekarang diundang Allah untuk melangkah ke Tanah Suci. Untuk itu, maksimalkan pelaksanaan ibadah di sana. Maksimalkan artinya hayati, jalani, nikmati, dan syukuri setiap momennya,” tegasnya.
Pembekalan ini juga menekankan pentingnya berpikir positif. Menurutnya, pola pikir positif akan membawa dampak pada hati, ucapan, hingga tindakan. Ia pun mengutip ungkapan populer “what you think, you be come”, apa yang dipikirkan itulah yang akan terjadi dan mendatangi diri.
Ia menyinggung kebiasaan yang sering muncul pada calon jamaah yang cenderung cemas berlebihan. Mulai dari khawatir perjalanan ke bandara, kekhawatiran saat di pesawat, hingga hal‑hal sepele seperti ketersediaan air atau pelayanan. Padahal, semua fasilitas telah disiapkan dengan baik, termasuk adanya petugas pelayanan atau pramugari yang tugasnya memang melayani penumpang.
“Jangan merasa cemas atau berpikiran negatif. Semuanya sudah lancar. Air ada, pelayanan ada, petugas ada. Itu sudah dibayar dalam paket keberangkatan. Jadi, jangan dibuat pusing sendiri. Ibu Bapak adalah pilihan Allah, maka bersyukurlah kepada‑Nya,” ucapnya sembari menyelipkan istilah dan ungkapan lokal agar lebih mudah dipahami.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa ibadah haji bukan hanya ujian bagi fisik, tetapi juga ujian keimanan, kesabaran, dan keikhlasan. Kunci keberhasilan ibadah di sana adalah kekompakan dan rasa saling peduli antar jamaah.
Ia mengingatkan sebuah filosofi masyarakat tentang kebiasaan saling membantu. Diibaratkan, kaum muda harus sigap menolong orang tua atau sesama jamaah yang membutuhkan bantuan, layaknya tradisi saling bantu dalam kegiatan keagamaan di kampung halaman.
“Saya yakin jamaah Sumedang insyaallah akan kompak, saling menjaga, dan saling menolong. Ingat, Ibu Bapak adalah duta daerah. Jagalah nama baik Kabupaten Sumedang di mana pun berada, mulai dari sikap, ucapan, hingga perilaku,” tambahnya.
Terakhir, ia berpesan agar setiap jamaah memanjatkan doa terbaik di tempat‑tempat mustajab di Tanah Suci. Selain mendoakan diri sendiri dan keluarga, para jamaah diharapkan turut mendoakan tanah kelahiran.
“Jadikan titik doa di Tanah Suci untuk memohonkan keberkahan bagi Sumedang. Doakan agar daerah ini senantiasa dijauhkan dari bencana dan marabahaya, masyarakatnya sehat, saleh, cerdas, serta sejahtera lahir batin. Doakan agar Sumedang semakin maju dan berkah,” katanya memungkasi.







