Menyambut Idul Adha, Aktivitas Jual Beli Sapi Mulai Ramai, Harga Terpantau Naik Tipis
Sumedang – Suasana penuh kesibukan mulai terasa di lokasi penangkaran hewan qurban di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Menjelang perayaan Idul Adha, tempat ini kini berubah menjadi salah satu pusat aktivitas bagi masyarakat maupun panitia dari berbagai wilayah yang datang untuk melihat langsung, membandingkan kualitas, hingga menanyakan daftar harga sapi yang ditawarkan.
Berlokasi di jalur perbatasan antara Sumedang dan Bandung, tempat ini memang sudah lama menjadi tujuan utama bagi para pencari hewan qurban karena dikenal memiliki beragam pilihan jenis serta kualitas hewan yang terjamin. Sejak beberapa pekan terakhir, jumlah kunjungan terus bertambah seiring semakin dekatnya hari raya.
Salah satu rombongan yang terlihat sibuk mencermati kondisi sapi dan menanyakan rincian harga datang dari Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Bandung Timur. Mereka merupakan panitia pengadaan hewan qurban tingkat lingkungan yang sengaja datang jauh-jauh guna memastikan pilihan terbaik sesuai keinginan dan kemampuan warga.
“Kami selaku panitia qurban dari RT melakukan survei dan melihat-lihat harga sapi di sini. Kondisi harga tahun ini memang mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Kisaran harganya berada di angka dua puluh satu hingga dua puluh dua juta rupiah ke atas. Kami memang berniat memilih sapi karena sesuai dengan kebutuhan dan keinginan warga. Rencananya, kami akan mengambil sebanyak mungkin jumlah sapi sesuai dengan banyaknya warga yang ingin berqurban,” ungkap Pak Uyu, Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sarijadi, Bandung Timur.
Berbagai jenis sapi unggulan tersedia lengkap di lokasi ini. Mulai dari jenis Simental, Limousin, hingga sapi Peranakan Ongole menjadi pilihan paling diminati karena memiliki postur besar, sehat dan memenuhi syarat kesempurnaan berkurban. Setiap ekornya memiliki penawaran harga yang beragam, disesuaikan dengan ukuran, bobot tubuh serta kualitas masing-masing hewan.
Menurut pengakuan para pedagang, antusiasme masyarakat sudah terlihat nyata sejak awal bulan ini. Dalam kurun waktu satu minggu saja, dari total 50 ekor sapi yang disiapkan, tercatat sudah ada sebanyak 17 ekor yang berhasil laku terjual dan dipesan pembeli yang datang bukan hanya dari wilayah sekitar, namun juga dari kota-kota besar lain seperti Bandung hingga Jakarta.
“Peminat sudah mulai datang dan mencari. Kami menjual berbagai jenis sapi, mulai dari Simental, Limousin, dan PO. Kisaran harga bergantung pada ukuran sapi, mulai dari di bawah dua puluh juta hingga di atas seratus lima puluh juta rupiah. Ada kenaikan sedikit dari tahun lalu, namun masih tergolong wajar. Pembeli datang dari berbagai daerah, ada dari Sumedang, Bandung, hingga Jakarta. Tahun lalu kami berhasil menjual seratus lima puluh ekor sapi, dan tahun ini kami berharap konsumen tidak kecewa dengan barang dagangan kami,” jelas Minanto, salah satu pedagang di lokasi tersebut.
Selain kualitas hewan yang terjamin, para pedagang juga memberikan kemudahan layanan bagi setiap pembeli. Seluruh hewan dapat diperiksa kondisi kesehatannya secara langsung di kandang, dan harga yang disepakati sudah termasuk jasa pengiriman hingga ke alamat tujuan pembeli tanpa biaya tambahan lagi.
Kendati jumlah populasi sapi di pasaran terasa sedikit berkurang akibat semakin sedikitnya masyarakat yang menekuni usaha peternakan, para pedagang tetap optimis seluruh stok yang tersedia akan habis terjual seiring semakin mendekatnya hari pelaksanaan ibadah kurban. Bahkan diperkirakan puncak transaksi dan kunjungan baru akan terjadi pada satu atau dua minggu menjelang hari raya nanti.
Seluruh pedagang dan peternak berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas hewan serta kewajaran harga agar ibadah berkurban masyarakat dapat terlaksana dengan lancar dan penuh keberkahan.







