PemerintahanSosialSumedang

Hari Anti Korupsi Sedunia, KDM: Korupsi Lingkungan Adalah yang Paling Jahat

Sumedang – Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti korupsi lingkungan sebagai salah satu bentuk korupsi yang paling berbahaya.

KDM menyebutkan bahwa pengambilan aset negara dalam bentuk alam, seperti membabat pohon secara ilegal, mengambil tanah di daerah aliran sungai, dan menguruk rawa-rawa untuk kepentingan komersial, adalah contoh korupsi lingkungan.

Baca Juga :  Desak Stop Alih Fungsi Lahan untuk Cegah Bencana Alam, KDM: Tanaman Kebun Sudah Naik ke Arah Gunung

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aset-aset negara seperti rawa-rawa dan danau harus diperlindungi dari penggunaan ilegal.

“Salah satu korupsi yang paling berbahaya adalah mengambil aset negara dalam bentuk alam,” kata Dedi Mulyadi di IPDN Jatinangor Sumedang usai memimpin Rakor Bencana Kawasan Bandung Raya, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga :  Desak Stop Alih Fungsi Lahan untuk Cegah Bencana Alam, KDM: Tanaman Kebun Sudah Naik ke Arah Gunung

Ia menyebutkan bahwa membabat pohon secara ilegal dan mengambil tanah di daerah aliran sungai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah.

“Mengambil tanah di daerah aliran sungai dapat menyebabkan banjir dan longsor,” tambahnya.

Baca Juga :  Desak Stop Alih Fungsi Lahan untuk Cegah Bencana Alam, KDM: Tanaman Kebun Sudah Naik ke Arah Gunung

Dedi Mulyadi juga menyoroti penggunaan rawa-rawa dan danau untuk kepentingan komersial. Ia menyebutkan bahwa rawa-rawa dan danau adalah milik negara dan harus dilindungi. “Rawa-rawa dan danau adalah aset negara yang harus dijaga,” katanya.

“Itu adalah korupsi yang paling jahat,” kata Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button