EkonomiSosial

Jelang Nataru, Harga ‘Cengek Domba’ hingga Bawang Merah di Sumedang Melonjak Tajam

Sumedang – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Inpres Sumedang merangkak naik cukup tajam. Lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cengek domba serta bawang merah yang naik hingga puluhan persen. Kondisi ini membuat para pembeli kewalahan saat berbelanja kebutuhan harian. Pantauan dilakukan pada Senin (8/12/2025).

Di pasar, harga cengek domba kini menyentuh Rp85.000 hingga Rp95.000 per kilogram, padahal sebelumnya berada di kisaran Rp45.000–Rp50.000. Bukan hanya itu, cabai rawit yang selama ini bertahan di harga Rp30.000 per kilogram kini ikut naik dua kali lipat menjadi Rp60.000.

“Selain menjelang Nataru, kondisi lonjakan harga ini dipengaruhi oleh cuaca yang terjadi saat ini sehingga pasokan mengalami penurunan,” ujar Mulyana, pedagang Pasar Inpres.

Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang merah. Komoditas yang semula dijual Rp36.000 per kilogram kini ikut melejit hingga Rp60.000. Para pedagang menyebut terganggunya pasokan menjadi penyebab utama meroketnya harga.

Dua komoditas lanjut Mulyana, mengalami kenaikan paling drastis.

“Saat ini kenaikan harga terjadi pada cabai domba dan bawang merah karena stok di pasar berkurang, dan kenaikannya sendiri terjadi hingga lebih dari 30 persen,” jelasnya.

Sementara itu, para pembeli justru merasakan langsung dampaknya. Rosmawati, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku cukup kesulitan menyesuaikan anggaran belanja.

“Sebagai ibu rumah tangga ya keberatan, apalagi yang tidak berpenghasilan banyak. Harga naik sedikit pun cukup berpengaruh untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap hari,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.

“Ya berharap pemerintah dapat menurunkan kembali harga kebutuhan pokok yang ada saat ini,” ujarnya.

Meski harga terus melambung, sejumlah pedagang menyebut situasi ini sudah menjadi pola tahunan menjelang akhir tahun, sehingga mereka mengikuti harga sesuai kondisi pasokan yang masuk ke pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button