Sumedang – Sistem CVT (Continuously Variable Transmission) pada motor matic adalah komponen vital yang memerlukan perhatian khusus agar tetap awet dan berfungsi optimal.
Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat menghindari kerusakan yang tidak perlu dan memperpanjang umur pakai CVT motor Anda.
Seorang mekanik bengkel Umum, Aki Dede, menuturkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dipahami. diantaranya :
Memahami komponen dan fungsinya, yakni CVT berfungsi mengatur perubahan rasio gigi secara otomatis. Komponen utama CVT meliputi v-belt, roller, pulley depan dan belakang, serta kampas ganda.
Memahami fungsi masing-masing komponen akan membantu Anda dalam melakukan perawatan yang tepat.
Lakukan pembersihan CVT atau biasa disebut servis ringan secara berkala atau rutin. Pasalnya, debu dan kotoran yang menumpuk di dalam CVT dapat menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan komponen.
Bersihkan CVT setiap 3-6 bulan sekali, tergantung pada kondisi pemakaian motor Anda, gunakan cleaner khusus CVT dan sikat lembut untuk membersihkan komponen CVT.
Hal di atas akan secara otomatis membuat anda memperhatikan atau mengecek keadaan komponen di dalamnya, termasuk V-belt.
V-belt adalah komponen yang paling sering mengalami kerusakan pada CVT, periksa v-belt secara visual untuk melihat apakah ada retakan, aus, atau kerusakan lainnya.
Ganti v-belt jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau setelah menc desa ssapai jarak tempuh yang direkomendasikan (biasanya 20.000 – 25.000 km).
Selanjutnya, periksa Roller berfungsi untuk mengatur perubahan rasio gigi pada CVT, Roller yang aus atau peang dapat menyebabkan akselerasi motor menjadi kurang responsif.
“kalau bisa, ganti roller setiap 15.000 – 20.000 km atau jika terlihat aus,” Ujar Aki Kepada Tahuekspres.com, Sabtu 23 November 2025, di bengkel Sanjaya Motor.
Aki Dede mengingatkan, agar sebaiknya gunakan spare part yang Berkualitas.
“Saat mengganti komponen CVT, gunakan spare part yang orisinal atau memiliki kualitas yang terjamin,” ungkapnya.
Tentu, spare part berkualitas akan lebih awet dan menjaga performa CVT tetap optimal.
Selanjutnya, perawatan CVT juga dapat dilakukan dengan cara menghindari kebiasaan stop and go yang berlebihan, terutama saat kondisi jalan macet.
“Baiknya jangan memacu motor secara tiba-tiba atau melakukan pengereman mendadak, kebiasaan berkendara yang buruk dapat memperpendek umur pakai komponen CVT.” Jelasnya.
Berbeda dengan motor yang tidak menggunakan sistem transmisi otomatis, motor matic pada umumnya disarankan untuk terhindar dari melewati genangan air yang dalam karena air dapat masuk ke dalam CVT dan menyebabkan kerusakan.
Namun, jika terpaksa melewati genangan air, segera periksa kondisi CVT setelahnya. Jika merasa kesulitan atau tidak memiliki peralatan yang memadai, jangan ragu untuk membawa motor Anda ke bengkel terpercaya.
Pastinya, mekanik profesional akan melakukan servis CVT secara menyeluruh dan memberikan saran perawatan yang tepat.
Demikian, dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menjaga sistem CVT motor matic Anda tetap awet dan berfungsi optimal.**







