BudayaPemerintahan

Tari Cikeruh Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda, Wabup Fajar : ‘Kebanggaan untuk Kita Semua’

Sumedang – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sumedang. Tari Cikeruh resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan RI. Penetapan ini menambah daftar panjang karya budaya asal Sumedang yang diakui secara nasional.

Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar bersama tim WBTb Jawa Barat pada Kamis (9/1/2025), usai melalui serangkaian sidang penetapan di Kementerian Kebudayaan RI.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelestarian seni tradisional tersebut.

Baca Juga :  Peninjauan Jalan Rusak di Buahdua Sumedang, Wabup Fajar Pastikan Jalur Burujul–Sanca Tuntas 2026

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya memberikan penghargaan kepada para seniman, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya yang telah berjuang keras menjaga tradisi dan budaya Sumedang tetap hidup,” ujar Fajar, Sabtu (11/10/2025).

Fajar juga menyampaikan ucapan selamat kepada Kang Uus Kuswendi, praktisi pelestari seni budaya Cikeruh, serta Moh. Budi Akbar, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Sumedang, yang turut berperan aktif dalam proses penetapan WBTb tersebut.

Baca Juga :  Masih Ingat Dengan Wisata Buricak Burinong di Jatigede? Pemkab Sumedang Siap Beri Perhatian Khusus

Lebih lanjut, Wabup menyebut status WBTb bukan hanya simbol atau penghargaan semata, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Sumedang yang masih lestari hingga kini.

“Sumedang memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam dan hidup di tengah masyarakat adat. Seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menjaga keberlanjutan warisan budaya ini,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur tersebut agar tetap dikenal dan dicintai generasi mendatang.

Baca Juga :  Jelang Laga Persib Kontra Persija, Wabup Fajar: ‘Forever Blues, Mana Pernah Kita Persija?’

“Ini bukan sekadar tentang status penetapan, tetapi tentang bagaimana menanamkan kebanggaan akan warisan budaya kepada masyarakat,” tegasnya.

Fajar pun berharap pengakuan Tari Cikeruh sebagai WBTb dapat menjadi pemicu semangat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah.

“Saya berharap Tari Cikeruh bahkan bisa diajukan sebagai warisan dunia ke UNESCO. Karena selain Tarawangsa, Tari Cikeruh juga merupakan identitas budaya yang sangat dibanggakan masyarakat Sumedang,” kata Fajar menutup pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button