Sosial

Warga Temukan Sumber Gas Alam di Area Bendungan Jatigede Sumedang, Api Nyala Berhari-hari

Sumedang – Warga Dusun Maleber, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, dikejutkan dengan penemuan sumber gas alam yang memunculkan api sejak beberapa hari terakhir. Penemuan itu terjadi di area Bendungan Jatigede, tepatnya di Tugu Wado, Senin (8/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar, membenarkan adanya laporan penemuan sumber gas tersebut. “Betul, warga melaporkan ada dugaan sumber gas alam di area Tugu Wado. Api terlihat menyala dan tercium bau belerang, bahkan sudah tiga hari belum padam hingga sekarang,” kata Hendar kepada wartawan.

Baca Juga :  BPBD Sumedang Siapkan Antisipasi Libur Nataru, Ini yang Sudah Dilakukan

Hendar menjelaskan, laporan awal datang dari Ujang Aju, Kepala Dusun Cilandak, yang pertama kali menemukan fenomena itu. Setelah menerima laporan, BPBD Sumedang bersama aparat desa dan Polsek Wado langsung mendatangi lokasi.

Baca Juga :  Bencana Banjir dan TPT Ambruk di Sumedang Usai Hujan Deras, BPBD: 'Sudah Tertangani'

“Petugas langsung melakukan assessment dan memasang garis pembatas agar warga tidak mendekat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta aparat desa untuk mengamankan area,” ujar Hendar.

BPBD Sumedang menilai perlu ada kajian lebih lanjut dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Kami merekomendasikan agar PVMBG turun ke lokasi untuk memastikan kondisi dan potensi bahaya dari sumber gas ini,” tutur Hendar.

Baca Juga :  BPBD Gercep Tangani Longsor yang Menutup Jalan Cadas Pangeran Sumedang, Lalu Lintas Sempat Terganggu

Sejauh ini, unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Sumedang, Polsek Wado, aparat Desa Wado, serta masyarakat setempat. BPBD juga mengimbau warga tetap tenang dan menjauh dari area temuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button