3 Rekor Dunia Diserahkan Kepada Polres Sumedang, Masak Besar Kolak Ubi Cilembu Bareng Bobon Santoso
Sumedang — Polres Sumedang menggelar kegiatan masak besar bersama Bobon Santoso di Mapolres Sumedang, Sabtu (14/2/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan tiga Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) serta aksi sosial pembagian ribuan cup kolak Ubi Cilembu kepada masyarakat.
Acara diawali dengan tari penyambutan bernuansa musik etnik. Dalam sambutannya, Kapolres Sumedang menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas Polri dengan masyarakat sekaligus dukungan terhadap potensi lokal Kabupaten Sumedang, khususnya komoditas unggulan Ubi Cilembu.
“Kegiatan masak besar ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika.
Momentum tersebut juga diisi dengan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Sumatera dari Kapolres Sumedang kepada Ketua Baznas Kabupaten Sumedang sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin mengangkat potensi lokal Ubi Cilembu sebagai kebanggaan Kabupaten Sumedang sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Polres Sumedang resmi menerima tiga Rekor MURI, yakni rekor penanaman Ubi Cilembu dalam polybag sebanyak 18.000 tanaman, rekor pembuatan kolak Ubi Cilembu sebanyak 4.050 cup, serta rekor pembagian paket tanam Ubi Cilembu sebanyak 4.000 paket.
“Raihan tiga Rekor MURI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.
Pembacaan pencapaian rekor, penyerahan piagam, dan sesi foto bersama disambut antusias tamu undangan, personel Polri, pelajar, serta masyarakat yang hadir.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi masak besar selama kurang lebih 2,5 jam bersama Bobon Santoso. Ia berkolaborasi dengan Kapolres Sumedang, pejabat utama Polres, serta tamu undangan untuk memasak kolak Ubi Cilembu. Setelah proses memasak, dilakukan pengepakan sebanyak 4.050 cup kolak selama 1,5 jam yang melibatkan relawan dan personel kepolisian.
Makanan kemudian dibagikan secara simbolis bersamaan dengan penyerahan bibit Ubi Cilembu kepada undangan dan masyarakat sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.







