Jawa Barat – Uji publik calon ketua umum dan calon formatur dalam Musyawarah Daerah (Musyda) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jabar menjadi salah satu agenda penting dalam menguji keseriusan para calon pimpinan IMM di masa depan.
“Tentunya musyawirin menyepakati bahwa perlu diadakannya uji publik. Bukan hanya sebatas uji publik, tentu ini menjadi uji kelayakan untuk melihat apakah formatur atau caketum ini memang layak untuk menduduki jabatan tersebut,” kata Presidium 1 Musyda IMM Jawa Barat, Restu Risnandi Abdillah, saat diwawancarai Tahu Ekspres, Minggu (26/1/2025) di Kabupaten Kuningan.
Restu juga menegaskan bahwa proses pemilihan yang ideal adalah dengan menguji kelayakan calon pemimpin IMM di masa mendatang.
“Karena mau tidak mau, berbicara terkait IMM yang merupakan sebuah organisasi perkaderan, kita harus melihat bagaimana keberpihakan dari caketum dan formatur ini melalui proses uji kelayakan oleh musyawirin,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum IMM Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Miqdar Nurdin, menganggap diadakannya uji publik tersebut sebagai bukti keseriusan para calon formatur dan calon ketua umum yang hadir.
“Saya memandang keseriusan dari calon ketua umum, terutama calon ketua umum Imawan Ali Ahmad Alfarisy ini, benar-benar sangat eksplisit. Artinya, kesungguhan beliau terlihat dengan dihadirkannya grand design yang salah satu pokoknya adalah kaderisasi dan diaspora kader,” ujar Miqdar.
Dirinya juga menyebutkan dan mengapresiasi salah satu calon ketua umum yang hadir, Ali Ahmad Alfarisy, atas keberaniannya menyampaikan gagasan.
“Ini merupakan suatu hal yang sangat baik dan sangat serius. Ketua Ali benar-benar ingin IMM Jawa Barat ke depan lebih baik dan lebih maju,” ucapnya.
Terakhir, Miqdar menambahkan, uji publik tersebut juga merupakan hal yang baru dan pertama kali dilakukan pada Musyda IMM Jabar, yang menjadi bentuk inklusivitas dalam perhelatan kontestasi.
“Momentum formatur menyampaikan pokok-pokok pikiran merupakan hal baru dan mungkin pertama kali dilakukan dalam perhelatan Musyawarah IMM Jabar. Artinya, secara inklusif, para calon formatur dapat menyampaikan kepada musyawirin bahwa mereka membawa poin-poin narasi untuk IMM Jabar ke depan,” pungkasnya.
