Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Tersandung Aturan Baru di Babak Kualifikasi, 6 Pendekar Sumedang Siap Menebus di Porprov 2026

Saat Pertandingan Babak Kualifikasi Porprov Wilayah 3 Jawa Barat Cabor Pencak Silat (Foto : Istimewa)

Sumedang — Peraturan baru pertandingan pencak silat tahun 2025 menjadi batu sandungan bagi tim silat Kabupaten Sumedang. Beberapa pendekar yang diandalkan tumbang bukan karena kalah teknik, melainkan akibat belum sepenuhnya memahami perubahan regulasi yang diterapkan dalam Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) wilayah 3 Jawa Barat yang diselenggarakan pada Rabu (22/10/2025) di Bandung.

Namun di balik kekalahan beberapa atlet Pencak Silat Sumedang tersebut, masih ada enam pendekar muda yang berhasil bertahan. Mereka adalah Rifki (kelas B putra), Reno (kelas F putra), Deby (kelas E putri), Yadin (kelas G putra), Agung (kelas I putra), dan Yasin (kelas J putra), enam nama yang kini digantungkan harapan Sumedang di ajang Porprov Jawa Barat 2026.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sumedang, Roni Setiawan, tak menampik bahwa perubahan aturan membuat arah persiapan tim berubah drastis.

“Peraturan baru membuat tim yang dipersiapkan di luar prediksi. Beberapa atlet unggulan kita kalah karena diskualifikasi. Tapi dengan enam atlet tersisa, kami tetap berharap bisa menorehkan emas di Porprov 2026 nanti,” ujar Roni saat diwawancarai Tahu Ekspres, Senin (27/10/2025).

Kekalahan karena aturan baru itu, kata Roni, menjadi pelajaran penting bagi pelatih dan atlet. IPSI Sumedang berencana memperkuat pemahaman teknis terhadap aturan pertandingan sebelum memasuki fase persiapan Porprov.

Situasi makin menantang karena para atlet Sumedang tergabung di “grup neraka” bersama daerah kuat seperti Kota Bandung. Dalam laga sebelumnya, atmosfer panas sempat membuat konsentrasi para pendekar terganggu.

“Kita berada di grup neraka, di mana ada Kota Bandung yang dikenal sering melakukan protes berlebihan tanpa mendapat peringatan dari wasit. Kondisi itu membuat fokus atlet kita sedikit goyah, semoga di pertandingan nanti tidak terulang,” ujar Roni.

Kendati begitu, keyakinan tetap terpelihara. Roni menilai enam atlet yang tersisa memiliki teknik matang dan mental juang tinggi. Mereka lolos dari grup yang dipenuhi atlet POMNAS dan PON Jabar, sebuah capaian yang menunjukkan kualitas mereka tidak bisa diremehkan.

“Mereka ini punya semangat juang dan teknik tanding yang layak mendapatkan medali,” katanya.

Porprov Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dan akan digelar serentak di Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor. Dari Sumedang, harapan kini bertumpu pada enam pendekar muda itu—mereka yang siap menebus kesalahan aturan dengan emas.

Exit mobile version