Suku Bunga PNM Mekaar Resmi Dipangkas hingga 5%, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jakarta – BRI Group melalui PNM resmi memangkas suku bunga program Mekaar hingga 5 persen. Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam satu dekade terakhir dan ditujukan untuk meringankan beban angsuran nasabah ultra mikro serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, mengatakan pemangkasan suku bunga tersebut akan memberikan dampak langsung bagi para nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia.

“Kebijakan ini akan langsung meringankan beban angsuran nasabah. Kami ingin pelaku usaha ultra mikro memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dan tidak terjebak pinjaman informal atau pinjol ilegal,” ujar Riko dalam keterangan resminya yang diterima Tahu Ekspres, Kamis (19/2).

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI Group dalam memperluas akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat lapisan bawah.

Program Mekaar yang dikelola PNM selama ini menyasar perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Dengan pemangkasan suku bunga hingga 5 persen, diharapkan daya tahan dan kapasitas usaha nasabah semakin meningkat di tengah tantangan ekonomi.

Riko menyebut kebijakan ini juga selaras dengan strategi nasional “Indonesia Incorporated” yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, langkah tersebut turut mendukung agenda pembangunan pemerintah, termasuk program 3 Juta Rumah dan penyediaan hunian terjangkau sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo.

“BRI akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan ultra mikro. Kami ingin memastikan pembiayaan yang kami salurkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Melalui kebijakan ini, BRI Group berharap semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang naik kelas, memiliki akses pembiayaan formal, serta terhindar dari praktik pinjaman ilegal yang merugikan.

Exit mobile version