Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Suara Tokoh Muda Asal Sumedang Menggema di Forum Internasional, Bicara Soal Demokrasi

Tokoh Muda Asal Sumedang, Rangga Amiruloh Muslim yang Merupakan Salah satu Delegasi Indonesia di Forum Internasional, Tokyo Jepang (Foto : Istimewa)

Sumedang – Pesan demokrasi dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggaung di ajang International Youth Democracy Summit (IYDS) 2025 di Tokyo, Jepang. Tokoh muda asal Sumedang, Rangga Amiruloh Muslim (30) yang merupakan delegasi terpilih asal Indonesia, memaparkan gagasan soal peran generasi muda dalam kebijakan publik dan menarik perhatian peserta internasional.

“Di banyak daerah, keterlibatan anak muda masih berada pada tahap simbolik dan belum mencapai level substantive participation. Pemerintah daerah perlu mengadopsi pendekatan co-creation governance yang memungkinkan generasi muda berperan sebagai policy entrepreneurs, penggagas inovasi kebijakan, bukan sekadar pelengkap proses demokrasi,” kata Rangga kepada Tahu Ekspres, Jumat (15/8/2025).

Pada sesi round table discussion di National Diet Building, Tokyo, Rangga berdialog bersama Assistant Secretary-General UN Youth Felipe Paulier, serta anggota parlemen Partai LDP Jepang, Yoshida Harumi dan Koki Jesus Fukasaku. Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya mainstreaming youth engagement dalam public policy cycle, mulai dari agenda setting, formulasi, implementasi, hingga evaluasi kebijakan.

Dr. Rangga Amiruloh Muslim saat sesi round table discussion di National Diet Building di Tokyo Jepang (Foto : Istimewa)

“Dalam konteks democratic resilience, partisipasi anak muda adalah strategic instrument untuk memperkuat legitimasi institusi, mengatasi policy disconnect antara pusat dan daerah, serta membangun societal capacity menghadapi tantangan seperti disinformasi, polarisasi politik, dan krisis kepercayaan publik,” tambahnya.

Forum yang digelar pada Jumat (15/8/2025) ini, mempertemukan pemimpin muda dari lebih 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Argentina. Mereka membahas penguatan democratic governance di tengah dinamika geopolitik dan transformasi digital.

“Posisi Indonesia sebagai living laboratory of democracy di Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan bahwa perspektif kebijakan publik yang lahir dari daerah seperti Sumedang mampu memberi kontribusi signifikan pada global democratic discourse,” pungkasnya.

Exit mobile version