Sempat Salat Bareng, Pelaku Bawa Kabur 2 Tas Berisi Laptop di Masjid SMAN Rancakalong

Sumedang – Aksi pencurian terjadi di lingkungan SMAN Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Kamis (16/4/2026) sore, peristiwa itu terekam kamera CCTV. Seorang pelaku yang mengenakan celana hitam dan jaket hitam diduga berpura-pura mencari informasi kepindahan siswa sebelum akhirnya membawa kabur dua tas milik korban seorang guru dan staf TU, yang berisi dua laptop, dua handphone, serta sejumlah dokumen penting.

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku bahkan sempat salat Ashar bersama korban di masjid sekolah.

Informasi tersebut dibenarkan salah seorang staf tata usaha sekolah, Dede Suherman. Ia mengatakan, pelaku memanfaatkan situasi saat korban sedang melaksanakan salat Ashar di masjid sekolah.

“Menurut penjelasan korban, pelaku berpura-pura mencari informasi kepindahan anak ke korban dan ikut salat Ashar bersama di masjid sekolah,” kata Dede saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Setelah berhasil meyakinkan korban dan membuat korban lengah, pelaku kemudian dengan santai membawa tas milik korban dari dalam masjid. Korban diketahui merupakan seorang guru dan seorang staf tata usaha.

Tak hanya itu, pelaku juga membawa satu tas lainnya berwarna abu-abu yang tersimpan di luar masjid dan merupakan milik korban lainnya.

Di dalam tas tersebut terdapat dua unit laptop, dua handphone, surat keputusan (SK), kartu tanda penduduk (KTP), serta ijazah asli yang saat itu sedang digunakan untuk proses pemberkasan.

“Untuk yang hilang ada dua laptop, dua HP, SK, KTP, dan ijazah asli karena sedang pemberkasan,” ujarnya.

Dede menjelaskan, saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi karena sudah pulang lebih dahulu. Ia mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari korban.

“Saya staf TU, tapi pas kejadian saya tidak ada di tempat karena pulang dulu,” jelasnya.

Perkembangan terbaru, salah satu tas milik korban yang merupakan seorang guru dilaporkan sudah ditemukan di wilayah Cianjur. Namun, barang milik korban lainnya serta pelaku masih dalam pencarian.

“Yang baru ketemu katanya tas milik guru. Tinggal barang milik satu lagi dan palakunya,” ungkap Dede.

Korban berharap pelaku segera tertangkap, mengingat barang yang hilang bukan hanya perangkat elektronik, tetapi juga dokumen penting yang sulit digantikan, terutama ijazah asli yang sedang dibutuhkan untuk keperluan administrasi.

Exit mobile version