Sumedang, – Bagi para penggemar motor klasik di Indonesia, nama Sachs Hada tentu tidak asing lagi. Moped asal Jerman ini pernah menjadi primadona di jalanan Tanah Air pada era 1970-an hingga 1980-an. Desainnya yang unik, mesinnya yang bandel, serta harganya yang relatif terjangkau membuat Sachs Hada menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia kala itu.
Sachs Hada merupakan produk dari Fichtel & Sachs, sebuah perusahaan asal Jerman yang didirikan pada tahun 1895. Awalnya, perusahaan ini memproduksi bearing sepeda dan komponen sepeda lainnya. Namun, pada tahun 1930-an, Fichtel & Sachs mulai memproduksi mesin motor kecil dan moped.
Sachs Hada pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. Moped ini ditenagai oleh mesin dua tak berkapasitas 47 cc atau 49 cc. Di Eropa, Sachs Hada cukup populer karena desainnya yang sederhana dan mudah dikendarai.
Sachs Hada mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 1970-an melalui importir umum. Kehadirannya langsung mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Bentuknya yang ringkas dan unik, berbeda dengan motor-motor Jepang yang saat itu mendominasi pasar, menjadi daya tarik utama.
Selain itu, Sachs Hada juga dikenal memiliki mesin yang bandel dan irit bahan bakar. Hal ini sangat cocok dengan kondisi jalanan dan perekonomian Indonesia pada masa itu. Tak heran, Sachs Hada pun menjadi sangat populer di kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, hingga pedagang kecil.
Masa kejayaan Sachs Hada di Indonesia berlangsung dari tahun 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Namun, seiring dengan masuknya motor-motor Jepang yang lebih modern dan canggih, popularitas Sachs Hada pun mulai meredup.
Selain itu, krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1990-an juga turut memukul penjualan Sachs Hada. Banyak pemilik Sachs Hada yang terpaksa menjual motor kesayangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Saat ini, Sachs Hada sudah tidak lagi diproduksi. Namun, moped legendaris ini masih banyak dicari oleh para kolektor dan penggemar motor klasik di Indonesia. Harga Sachs Hada bekas pun kini semakin melambung tinggi, terutama untuk varian yang masih orisinal dan terawat.
Di Indonesia, terdapat beberapa komunitas penggemar Sachs Hada yang tersebar di berbagai daerah. Komunitas ini menjadi wadah bagi para pemilik dan penggemar Sachs Hada untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan suku cadang.
Sachs Hada memang telah menjadi bagian dari sejarah otomotif Indonesia. Moped legendaris ini telah menemani jutaan masyarakat Indonesia dalam beraktivitas sehari-hari. Meskipun sudah tidak lagi diproduksi, nama Sachs Hada akan selalu dikenang sebagai salah satu motor klasik yang pernah merajai jalanan Indonesia.**
