Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Ratusan Skateboarder Se-Jabar Ikuti 76 Street Culture di Sumedang

Salah satu Skateboarder saat mengikuti 76 Street Culture di Sumedang.

Sumedang – Ratusan skateboarder dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati arena 76 Street Culture bertajuk “Yang Penting Happy” yang digelar di Jalan Baru Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (18/5/2025).

Kegiatan tersebut menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para talenta olahraga ekstrem dari lima kabupaten/kota, yakni Tasikmalaya, Banjar, Majalengka, Garut, dan Sumedang. Para peserta menjajal enam rintangan (obstacle) yang telah disiapkan panitia dan dinilai oleh tiga juri berpengalaman, yaitu Indra Gatot (vokalis Band Rosemary), Utun SRG, dan Inong.

“Catatan kami, ada sekitar 300 peserta dari komunitas skateboard, in line skate, BMX, dan mural. Sumedang menjadi kota pilihan karena masing-masing daerah memiliki komunitasnya sendiri,” ujar PIC 76 Street Culture, Lufthi Aripin, kepada wartawan di lokasi acara.

Lufthi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi komunitas olahraga ekstrem yang kerap dianggap sebagai bagian dari kaum urban yang luput dari perhatian masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus ajang silaturahmi antar-skateboarder dari berbagai daerah, juga menjadi pengalaman baru bagi komunitas lainnya,” tambahnya.

Ia menyebutkan, gelaran di Sumedang ini menjadi ajang penyisihan untuk memilih lima talenta terbaik yang akan tampil dalam Heavy Skate Day (HSD), sebuah kegiatan besar bagi komunitas skateboard di Jawa Barat.

“Ajang ini merupakan bagian dari seleksi menuju HSD. Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas anak muda ini memiliki potensi besar, sekaligus menjauhkan mereka dari kegiatan yang kurang bermanfaat,” kata Lufthi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga memberi warna baru bagi ruang publik di Sumedang karena melibatkan para pelaku seni urban seperti mural dan komunitas in line skate serta BMX.

“Intinya, ini adalah ajang bertukar kemampuan, informasi, dan jaringan. Harapannya para skateboarder bisa terus berkembang menjadi profesional dan mengharumkan daerahnya, bahkan menjadikannya sebagai ladang rezeki,” tutup Lufthi.

Exit mobile version