Site icon Tahu Ekspres Sumedang

PUI Dukung Penuh KH Sholeh Iskandar Jadi Pahlawan Nasional 2025

Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin. (Foto : Istimewa)

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Ummat Islam (PUI) menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan KH Sholeh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2025. Ulama karismatik asal Bogor itu dikenal bukan hanya berjuang melawan penjajah di medan perang, tetapi juga sebagai pendidik, pendakwah, dan tokoh pembangunan masyarakat pasca-kemerdekaan Indonesia.

Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin, mengatakan pengusulan ini merupakan bentuk penghormatan bagi sosok ulama yang menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam perjuangannya.

“KH Sholeh Iskandar berjuang dengan senjata, ilmu, dan pengabdian nyata bagi rakyat. Keluarga besar PUI dan masyarakat Jawa Barat pasti akan sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto jika beliau menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau,” ujar Raizal, Minggu (26/10/2025).

Melampaui Kriteria Pahlawan Nasional

Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah DPP PUI, Dr. Sunarto, menyebut KH Sholeh Iskandar sebagai tokoh yang memenuhi bahkan melampaui kriteria pahlawan nasional.

“Beliau tidak hanya terlibat di medan perang, tetapi juga membangun pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Perjuangan beliau berlanjut dalam jihad sosial untuk membentuk generasi penerus bangsa,” jelas Sunarto.

Menurutnya, nilai perjuangan KH Sholeh Iskandar tidak berhenti pada masa penjajahan. Setelah Indonesia merdeka, beliau terus menebar manfaat dengan mendirikan lembaga pendidikan dan sosial, serta membimbing masyarakat melalui dakwah yang menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal.

Santri Pendiri PUI dan Pejuang Ideologis

KH Sholeh Iskandar memiliki hubungan historis yang kuat dengan PUI. Ia merupakan santri sekaligus menantu KH Ahmad Sanusi, pendiri PUI, dan aktif dalam organisasi Al-Ittihadiyatul Islamiyah (PUII) sebelum bergabung ke tubuh PUI setelah fusi tahun 1952.

Dalam perjalanan organisasi, KH Sholeh Iskandar turut berperan menyusun Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Tafsir Asas PUI, serta dipercaya menjadi Anggota Dewan Pembina PB PUI hingga akhir hayatnya.

“Peran beliau bukan hanya dalam perjuangan fisik melawan penjajah, tapi juga dalam perjuangan ideologis membangun kesadaran umat melalui pendidikan dan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Raizal.

Menolak Jabatan Menteri, Pilih Hidup Sederhana

Ketekunan dan keteguhan prinsip KH Sholeh Iskandar juga tercermin dari sikapnya di masa Orde Lama. Ia pernah menolak jabatan Menteri Veteran yang ditawarkan oleh Presiden Soekarno. Akibat aktivitas politiknya, KH Sholeh Iskandar bahkan sempat dipenjara tanpa proses hukum.

Setelah bebas, ia memilih melanjutkan perjuangan dengan mendirikan lembaga pendidikan dan sosial, mengabdikan diri untuk masyarakat, serta membimbing generasi muda lewat dakwah. Meski dihormati banyak kalangan, beliau tetap dikenal sederhana dan disiplin dalam ibadah.

“Keteladanan KH Sholeh Iskandar mengajarkan bahwa pengabdian tidak memerlukan jabatan tinggi. Beliau memberi contoh nyata bagaimana ulama menjadi penuntun umat dalam setiap masa,” kata Sunarto.

Pengakuan untuk Ulama dan Santri Pejuang

PUI menilai pengusulan KH Sholeh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk keadilan sejarah dan pengakuan terhadap peran besar ulama serta santri dalam perjuangan bangsa.

“KH Sholeh Iskandar adalah pahlawan dalam arti sejati — berjuang dengan senjata, berpikir dengan ilmu, dan mengabdi dengan cinta. Penghargaan ini bukan hanya untuk beliau, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar PUI dan bangsa Indonesia,” tutup Raizal.

Melalui dukungan resmi ini, PUI berharap pemerintah dapat menetapkan KH Sholeh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025, agar perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan menginspirasi generasi penerus bangsa.

Exit mobile version