Sumedang – Salah satu pemilik rumah, Nunu Nugraha mengungkap sempat tanda-tanda awal sebelum peristiwa ambruknya bagian belakang dua rumah di Dusun Cacirangkas, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada senin pukul 05.30 WIB Senin (2/2/2020).
Nunu mengatakan, sebelum ambruk sempat terdengar suara sejak pukul 02.00 WIB. Saat itu, warga yang sedang terlelap tidur dikejutkan oleh suara retakan tanah.
Saat peristiwa terjadi, wilayah Sumedang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Selain hujan, abrasi sungai yang terus berlangsung diduga memperparah kondisi tanah di kawasan tersebut.
“Dapur itu baru dibangun dan sebelumnya sudah dua kali disangga serta satu kali dipasang cerucuk,” kata Nunu saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/2/2026).
Akibat kejadian tersebut, bagian dapur kamar mandi rumah serta sejumlah perabotan rumah tangga hancur terbawa longsor. Kerugian materi yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp60 hingga Rp70 juta rupiah.
“Bagian rumah saya yang rusak itu dapur. Untungnya dapur tidak menyatu dengan bangunan utama, meskipun posisinya menempel. Sekarang tinggal di rumah adik mengungsi dulu untuk sementara waktu,” ucapnya.
Kini, seluruh warga yang rumahnya terdampak telah diarahkan untuk mengungsi ke rumah saudara atau tetangga terdekat. Akibat kejadian tersebut, terdata sebanyak dua rumah warga ambruk, sementara empat rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.
