TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Guna meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) memberikan bantuan modal usaha ternak kepada para petani tembakau beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Sekretaris Diskanak Kabupaten Sumedang Yosep Susandi Ruhiyat kepada wartawan di Sumedang Jawa Barat (Jabar), Selasa (28/11/2023).
Ia mengatakan, untuk meningkatkan daya beli masyarakat, para petani tembakau yang ada di Sumedang seperti Kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Paseh dan Kecamatan Tomo diberikan modal usaha bantuan ternak berupa ikan dan domba.
“Di sana ada beberapa pengusaha atau petani yang bergerak di bidang tembakau. Mereka diberikan modal usaha di bidang peternakan dan usaha di bidang perikanan dengan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023 ini,” katanya.
Penambahan modal tersebut, terang Yosep, dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan para petani tembakau. Hal itu, karena hampir sebagian besar para petani tembakau berstatus buruh.
“Status buruh ini, karena hanya mengandalkan panen dari tembakau saja. Sedangkan untuk usaha lainnya, kami berikan domba yang nantinya dengan sistem perguliran di anggota kelompok masing-masing wilayah,” ucapnya.
Sedangkan untuk bantuan ternak sendiri, Yosep mengatakan, setiap kelompok petani tembakau diberikan rata-rata hampir 18-30 ekor per kelompok.
“Untuk domba perbandingannya 8 banding 1 ekor. Jadi 8 betina satu jantan, karena itu porsi untuk pengembangan peternakan,” tuturnya.
Sedangkan untuk perikanan, Yosep menambahkan, pihaknya mengarahkan pada proses penambahan modal usaha budidaya lele maupun dan ikan nila.
“Kalau yang punya kolam kami berikan benih dan pakan tapi kalau yang tidak punya kolam kita berikan paket kolam terpal,” ucapnya.
Jadi, sambung Yosep, pada saat ini pihaknya mengarahkan apabila tidak punya kolam tetap jalan. Untuk menuju persediaan protein hewani ikan itu bisa dilakukan di kolam terpal maupun Budikdamer (Budidaya ikan dalam ember).
“Tapi untuk Budikdamer yang skalanya kecil diberikan kolam terpal, meskipun di beberapa wilayah kami juga mengembangkan Bioflok tapi untuk anggaran dari DBHCHT kami arahkan untuk kolam terpal,” tuturnya.
Dikatakan Yosep, untuk perkembangan kelompok tani yang sudah diberikan bantuan sudah menunjukkan kemandirian.
“Karena untuk kelompok penerima manfaat dari anggaran DBHCHT ini sangat banyak yaitu lebih dari 30 kelompok. Sehingga kelompok yang lainnya yang belum terbagi karena ini merupakan sistem bergulir.
Dan yang tidak kalah penting, untuk anggaran DBHCHT ini, di Diskanak Kabupaten Sumedang sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK),” tukasnya. (*)
