Tahu Ekspres, Sumedang — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, turut berperan aktif dalam kegiatan DASHYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), sebuah program kolaboratif yang diinisiasi oleh pemerintah bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada Kamis (06/11/25).
Kegiatan ini dihadiri oleh bidan desa, kader posyandu, ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu hamil, serta perwakilan dari BKKBN setempat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa P2MB berperan penting dalam menyiapkan dan menata makanan bergizi yang dipresentasikan sebagai contoh menu sehat untuk ibu hamil dan balita. Selain itu, mahasiswa juga membantu dalam penyelenggaraan acara agar berlangsung tertib, interaktif, dan edukatif. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mengedukasi pentingnya gizi seimbang sebagai langkah awal pencegahan stunting di tingkat desa.
Menurut salah satu mahasiswa P2MB, Ravida, Program DASHYAT tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai pengolahan bahan pangan lokal, keseimbangan nutrisi, serta kebersihan dalam proses memasak. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan praktis tentang cara memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak dengan memanfaatkan sumber pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kehadiran mahasiswa dari bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam kegiatan ini memiliki relevansi khusus. Sebagai calon pendidik, mereka diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai hidup sehat, pentingnya gizi, dan kesadaran lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Pembelajaran berbasis masyarakat seperti ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami konsep Education for Sustainable Development (ESD), yaitu pendidikan yang mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam proses belajar dan pengabdian masyarakat.
“Secara substansial, kegiatan DASHYAT mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta tujuan ke-4 *Quality Education* (Pendidikan Berkualitas). Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan aktif dalam mengakselerasi pencapaian target global tersebut dengan cara yang kontekstual dan berakar pada kebutuhan masyarakat lokal,” tambahnya.
Selain memberikan dampak edukatif, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pendekatan partisipatif tersebut memperlihatkan bahwa upaya pencegahan stunting bukan semata tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan aksi sosial yang nyata.
Ketua Kelompok P2MB Desa Cibitung, Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan DASHYAT menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembelajaran bagi masyarakat, tetapi juga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami belajar bagaimana teori tentang gizi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat diterapkan dalam konteks nyata,” ungkap Ahmad.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dengan sinergi yang kuat antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan BKKBN, Desa Cibitung berpotensi menjadi contoh Stunting-Free Village yang berbasis edukasi, partisipasi, dan pemberdayaan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045 serta terwujudnya visi SDGs 2030.
