Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Lewat Sapa Warga Desa, Ketua APDESI Sumedang: ‘Kemanusiaan di Atas Segalanya’

Sumedang – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sumedang, Welly Sanjaya yang juga merupakan Kepala Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, melalui kegiatan Sapa Warga Desa. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Welly menegaskan, pendekatan kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan dan pelayanan publik di tingkat desa.

“Kami ingin hadir tanpa sekat dengan masyarakat. Kemanusiaan harus di atas segalanya. Warga bebas menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun kebutuhan pelayanan, dan itu kami dengarkan secara langsung,” ujar Welly kepada Tahu Ekspres, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, kegiatan Sapa Warga Desa tidak hanya sebatas dialog, tetapi juga diisi dengan aktivitas sosial dan budaya. Salah satunya melalui kegiatan operasi bersih (opsih) bersama warga sebagai simbol kebersamaan antara aparatur desa dan masyarakat.

“Pemimpin desa tidak boleh berjarak dengan warganya. Lewat kegiatan bersama seperti ini, kedekatan emosional terbangun dan semangat gotong royong tetap terjaga,” katanya.

Desa Serang sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Cimalaka yang berjarak sekitar satu kilometer dari pusat pemerintahan kecamatan. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 84,9 hektare dengan ketinggian kurang lebih 551 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, Desa Serang terbagi ke dalam tiga dusun, yakni Dusun Sukaasih, Dusun Serang, dan Dusun Malangbong, dengan total 6 RW dan 14 RT. Jumlah penduduknya mencapai lebih dari 2.300 jiwa, yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Humanity above all ya kalo bahasa gaul nya mah, insya Allah dapat konsisten,” tambahnya.

Selain dikenal sebagai desa agraris dengan hamparan lahan persawahan, Desa Serang juga memiliki potensi budaya dan wisata religi, salah satunya situs Makam Eyang Sakawayana yang kerap dikunjungi peziarah.

Welly menegaskan, setiap aspirasi dan keluhan warga yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah desa atau dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Kalau ada persoalan di masyarakat, jangan dipendam. Sampaikan, kita cari solusi bersama. Tugas kami adalah melayani, bukan sekadar memerintah,” pungkasnya.

Exit mobile version