Sumedang – Ajang olahraga tarung bertajuk Prabu Combat Series Muay Thai se-Jawa Barat 2026 digelar di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti atlet dari berbagai daerah dan turut dihadiri legenda tinju Indonesia, Chris John.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang membuka langsung kegiatan tersebut menyebut kehadiran Chris John menjadi nilai tambah bagi para atlet yang bertanding. Menurutnya, sosok mantan juara dunia itu dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berprestasi.
“Saya berbahagia bisa menghadiri dan membuka kegiatan yang sangat positif, yaitu Prabu Combat Series Muay Thai se-Jawa Barat Tahun 2026. Pesertanya banyak dari berbagai daerah, khususnya untuk atlet Sumedang. Yang lebih istimewa, kegiatan ini dihadiri oleh legenda petinju dunia asal Indonesia, Chris John, yang hadir langsung,” kata Dony saat diwawancarai awak media.
Dony mengatakan kehadiran atlet berprestasi seperti Chris John memiliki dampak besar terhadap motivasi generasi muda yang tengah meniti karier di dunia olahraga.
“Kehadiran Chris John ini jangan dianggap hal kecil. Ini menginspirasi, menginspirasi para atlet yang hadir bahwa mereka bisa bercita-cita seperti Chris John menjadi juara dunia. Itulah arti penting ketika ada seseorang yang telah berhasil, yang telah sukses, yang telah berprestasi. Kehadirannya akan menginspirasi dan memotivasi para atlet,” ujarnya.
Ia menuturkan, ajang kompetisi seperti Prabu Combat Series memiliki sejumlah manfaat bagi perkembangan atlet, mulai dari menyalurkan minat dan bakat hingga menjadi sarana mengukur kemampuan hasil latihan.
“Yang pertama, ada wahana untuk mengembangkan minat dan bakat para atlet bela diri Muay Thai. Jadi, ada wadahnya. Yang kedua, setelah ada wadahnya, ini menjadi instrumen untuk terus mengembangkan potensi diri,” ungkap Dony.
Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena melalui pertandingan kemampuan mereka dapat diuji secara langsung.
“Karena tidak akan ada kemajuan tanpa berkompetisi. Tidak akan ada perubahan tanpa berkompetisi. Dengan cara seperti ini, ada tempat untuk try out dan menguji hasil latihan. Latihan yang dilakukan kemudian dikompetisikan sehingga atlet dapat melihat apa keunggulannya dan apa kekurangannya. Mereka akan terus berlatih untuk menutupi serta memperbaiki kelemahannya, sekaligus mempertahankan dan meningkatkan keunggulannya,” jelasnya.
Dony berharap dari kegiatan tersebut lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumedang maupun Jawa Barat di berbagai level kompetisi.
“Jadi, ini menjadi wahana try out bagi para atlet. Yang ketiga, dari kegiatan seperti ini bisa lahir atlet-atlet Sumedang dan Jawa Barat yang mampu mengharumkan nama daerahnya. Setelah potensi, bakat, dan minat mereka tersalurkan, akan ada peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat menjadi kebanggaan dan mengharumkan nama baik daerah,” katanya.
Selain itu, Dony juga mengapresiasi tren positif yang berkembang di kalangan generasi muda Sumedang yang kini semakin aktif berolahraga dan menjalani gaya hidup sehat.
“Yang keempat, saya ingin menyampaikan bahwa saya bersyukur dan bahagia melihat masyarakat Sumedang, khususnya generasi muda, pelajar, dan Gen Z, kini memiliki hobi yang sangat positif, sehat, dan produktif. Di media sosial sekarang saya jarang melihat hal-hal yang bersifat hura-hura, flexing, atau aktivitas yang kurang bermanfaat,” tuturnya.
“Sebaliknya, sekarang kegiatan anak-anak muda kita, Gen Z kita, dan para pelajar banyak yang jalan pagi, jogging, lari, bersepeda, berenang, latihan renang, latihan Muay Thai, latihan boxing atau tinju, bahkan ada yang hiking,” sambungnya.
Dony menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang dan fasilitas bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kegiatan positif tersebut.
“Ini luar biasa. Inilah yang saya lihat sebagai masa depan Sumedang dari wajah anak-anak kita. Ketika masyarakat menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik seperti itu, maka pemerintah harus hadir menyediakan wadah dan fasilitasnya,” tegasnya.
Sementara itu, Chris John mengapresiasi penyelenggaraan Prabu Combat Series yang dinilainya dapat menjadi sarana menambah pengalaman bertanding bagi para atlet.
“Terima kasih atas undangan dari Bapak Bupati. Saya hadir untuk bisa menyaksikan pertandingan ini. Tadi saya sempat berbincang-bincang juga dengan Bapak Bupati bahwa seorang atlet tidak hanya membutuhkan latihan dan gizi yang baik, tetapi juga membutuhkan jam terbang,” kata Chris John.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang terus menggelar berbagai event olahraga sebagai bagian dari pembinaan atlet.
“Makanya saya memberikan acungan jempol kepada Bapak Bupati yang terus mengadakan event-event pertandingan, apa pun cabang olahraganya. Bisa bela diri, Muay Thai, tinju, kick boxing, maupun cabang olahraga lainnya,” ujarnya.
Chris John berharap melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan kompetisi yang rutin, Sumedang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat internasional.
“Harapan kita tentunya, dengan adanya event seperti ini dan pembinaan langsung dari Bapak Bupati yang luar biasa, mudah-mudahan ke depan akan muncul juara-juara nasional, juara Asia, bahkan juara dunia yang berasal dari Sumedang,” pungkasnya.
