Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Laporan Dugaan Modus Kejahatan Baru di Sumedang, Saldo Debit Berkurang Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Pelapor, Asep Rohmat saat Mengkonfirmasi Perkembangan Pelaporan di Mapolsek Sumedang Utara (Foto : Istimewa)

Sumedang – Laporan dugaan kasus kejahatan perbankan di Kabupaten Sumedang. Seorang warga melaporkan saldo rekening debit milik keluarganya berkurang secara bertahap tanpa pernah melakukan penarikan uang. Total kerugian yang dialami mencapai Rp4 juta.

Pelapor, Asep Rohmat, mengatakan kejadian tersebut dialami oleh istrinya. Ia menyebut saldo tabungan awalnya mencapai sekitar Rp60 juta. Namun, tanpa disadari, saldo terus menyusut meski tidak pernah dilakukan transaksi penarikan oleh pemilik rekening.

“Awal nabung ada saldo 60 juta. Sudah tiga kali ganti PIN, bahkan sampai ganti rekening, tapi saldo tetap berkurang tanpa kami menarik uang,” ujar Asep saat diwawancarai Tahu Ekspres, Selasa (16/12/2025).

Asep menjelaskan, kejadian bermula pada 25 November 2025, saat istrinya menabung melalui agen BRILink ke rekening Bank BCA. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 1 Desember 2025, muncul transaksi transfer otomatis senilai Rp1 juta ke agen BRILink yang sama.

“Padahal tidak ada transaksi apa pun dari kami. Tiba-tiba tanggal 1 Desember sudah ada transfer otomatis satu juta ke BRILink itu,” katanya.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 5 Desember 2025. Saldo kembali berkurang Rp1 juta dengan tujuan transfer yang sama. Asep kemudian mendatangi Bank BCA untuk meminta penjelasan.

“Tanggal 5 Desember kejadian lagi. Saya konfirmasi ke BCA, lalu disarankan untuk mengganti PIN ATM, dan langsung kami ganti,” ujarnya.

Namun, meski PIN ATM telah diganti, transaksi mencurigakan kembali terjadi. Pada 9 Desember 2025, saldo rekening kembali terpotong Rp1 juta ke BRILink yang sama. Dari pihak BCA, Asep kembali diarahkan untuk mengganti PIN sekaligus mengganti rekening.

“Sudah kami ikuti semua arahan dari BCA, mulai dari ganti PIN sampai ganti rekening, tapi tetap saja tidak menghentikan kejadian ini,” ungkapnya.

Puncaknya, pada 15 Desember 2025, transaksi transfer otomatis senilai Rp1 juta kembali terjadi. Dengan demikian, total saldo yang hilang mencapai Rp4 juta.

“Rentetan saldo kami berkurang pada tanggal satu, lima, sembilan, dan lima belas. Semuanya tanpa kami menarik uang,” tegas Asep.

Merasa dirugikan dan khawatir adanya dugaan modus kejahatan baru, Asep akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

“Langkah yang kami ambil ya langkah hukum. Kami sudah melaporkan keluhan ini ke Polsek Sumedang Utara,” katanya.

Sementara itu, Panit 1 Reskrim Polsek Sumedang Utara, Ipda Rizal Fauzi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan langkah awal penanganan.

“Kami langsung cek ke BRILink terkait laporan yang masuk,” ujar Ipda Rizal Fauzi.

Ia menambahkan, saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari pelapor, pihak perbankan termasuk Bank BCA, serta agen BRILink yang tercantum dalam mutasi rekening.

“Kami masih dalami dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus ini,” pungkasnya.

Exit mobile version