Sumedang, – Di tepi Sungai Cimanuk, tepat di samping Jembatan sungai Cimanuk Sumedang, berdiri sebuah warung sederhana milik Ukran (71). Pria sepuh ini menjadi saksi bisu ramainya aktivitas para pemancing yang datang dari berbagai daerah.
“Sudah biasa saya kedatangan tamu dari berbagai daerah yang ingin memancing di sini,” ujar Ukran sambil mengisap rokok kreteknya.
Warung kecilnya menjadi tempat parkir motor para pemancing, sekaligus tempat mereka beristirahat dan membeli minuman atau sekadar camilan.
Menurut Ukran, para pemancing ini datang tak kenal waktu. “Siang banyak, malam juga ada. Mereka betah berjam-jam bahkan berhari-hari di sini,” katanya.
Sungai Cimanuk memang dikenal memiliki potensi ikan yang cukup beragam, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar mancing.
Suara gemericik air sungai dan pemandangan Waduk Jatigede yang memukau menjadi daya tarik tambahan bagi para pemancing. Tak jarang, mereka membawa keluarga untuk menikmati suasana alam sambil menunggu umpan disambar ikan.
Bagi Ukran, kehadiran para pemancing ini membawa berkah tersendiri. Warungnya menjadi lebih ramai dan ia bisa menambah penghasilan. “Alhamdulillah, ada saja rezekinya dari mereka,” tuturnya.
Namun, Ukran juga berharap agar para pemancing tetap menjaga kebersihan lingkungan sungai. “Jangan buang sampah sembarangan, kasihan sungainya,” pesannya.
Kisah Ukran dan para pemancing di aliran Cimanuk Jatigede ini adalah potret kecil kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam. Sungai bukan hanya sumber air dan energi, tetapi juga sumber rezeki dan tempat rekreasi.**
