Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Kerja Sama Pemkab Sumedang dan BRIN, Soal Antisipasi Bencana Lewat Aplikasi

Audiensi BRIN dan Pemkab Sumedang Membahas Aplikasi Pencegahan Bencana, di Ruang Rapat Sekda Sumedang (Foto : Istimewa)

Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis data melalui pemanfaatan aplikasi dan teknologi pengelolaan sumber daya air. Inisiatif ini dibahas dalam audiensi yang diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, di Ruang Rapat Sekda, Kamis (29/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi penerapan berbagai inovasi BRIN di Kabupaten Sumedang, terutama di bidang pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana hidrometeorologi, serta sistem perizinan yang berbasis data dan teknologi.

Perwakilan BRIN, Arif Rachman, menyampaikan bahwa lembaganya memiliki sejumlah inovasi strategis yang relevan untuk diterapkan di Sumedang. Di antaranya adalah aplikasi Water Test Analysis serta konsep Smart and Sustainable Water System yang dirancang untuk mendukung tata kelola air secara terintegrasi.

Menurut Arif, aplikasi tersebut mampu melakukan analisis kualitas air sekaligus memproyeksikan kondisi sumber daya air secara menyeluruh. BRIN juga telah memiliki peta dan data lapangan di wilayah Sumedang yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan daerah.

“Data dan peta tersebut dapat digunakan untuk penyusunan zonasi pengembangan wilayah, termasuk pengelolaan dan penggunaan air secara real time melalui aplikasi Waterrys,” jelas Arif.

Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sistem pengelolaan air yang cerdas dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana berbasis hidrometeorologi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyambut baik rencana penerapan inovasi BRIN tersebut. Menurut dia, pemanfaatan teknologi berbasis data dan analisis ilmiah sangat dibutuhkan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kami melihat aplikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan Kabupaten Sumedang, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, antisipasi bencana, serta mendukung proses perizinan yang akuntabel dan berbasis data,” ujar Tuti.

Ia juga menilai aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekaligus menjadi bagian dari tim verifikasi dalam proses analisis perizinan.

“Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung antisipasi bencana, khususnya oleh BPBD, serta menjadi bagian dari tim verifikasi dalam analisis perizinan. Baik untuk perizinan perumahan, pemanfaatan sumber air, maupun kepentingan investasi,” ujar Tuti.

Pemerintah Kabupaten Sumedang, kata Tuti, siap menindaklanjuti hasil audiensi tersebut melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), BPBD, serta dinas teknis terkait. Penerapan inovasi direncanakan dilakukan secara bertahap melalui skema living lab.

“Dengan penerapan teknologi ini, kami berharap proses perencanaan wilayah, pengendalian pemanfaatan air, hingga perlindungan masyarakat dan investor dapat dilakukan secara lebih transparan dan real time,” tambahnya.

Tuti menilai kerja sama dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi Kabupaten Sumedang menuju daerah yang adaptif terhadap risiko bencana, berbasis inovasi, dan berkelanjutan.

Exit mobile version