Sumedang – Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Sumedang mengapresiasi terobosan Polres Sumedang yang mengangkat Ubi Cilembu sebagai simbol komunikasi dan pendekatan dengan masyarakat melalui maskot bernama ‘Ucil’.
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumedang, Muchammad Miqdad, menilai inovasi tersebut menjadi langkah menarik dalam membangun kedekatan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat.
“Menarik, ada terobosan baru dari Polres untuk membangun komunikasi dengan masyarakat melalui simbol ubi cilembu tersebut. Termasuk berbagai rangkaian, seperti penanaman, pembagian bibit, dan lain sebagainya yang akan mendekatkan masyarakat dengan aparat penegak hukum,” ujar Miqdad kepada Tahu Ekspres pasca lounching maskot Ubi Cilembu (Ucil) di Gedung Serba Guna Mako Polres Sumedang, Selasa (27/1/2026)
Ia menilai, pendekatan nonformal melalui simbol budaya dan komoditas lokal dapat menciptakan hubungan yang lebih cair dan humanis antara kepolisian dan warga.
Senada dengan itu, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sumedang, Riki Kuswandi, berharap inovasi tersebut dapat memperkuat citra kepolisian yang semakin dekat dan menyatu dengan masyarakat.
“Tentunya harapannya Polres semakin humanis ke depannya, dan semakin berbaur dengan masyarakat,” kata Riki.
Riki juga menyoroti nilai strategis Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan daerah yang telah dikenal hingga mancanegara. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Kapolres Sumedang melalui maskot UCIL patut diapresiasi karena membawa pesan edukatif, terutama bagi generasi muda.
“Ubi cilembu adalah komoditas khas Sumedang yang sudah mendunia. Inovasi yang dilakukan Kapolres Sumedang melalui maskot UCIL ini patut diapresiasi karena membawa pesan edukatif, khususnya bagi anak-anak, agar mengenal dan mencintai warisan komoditas daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi sejak dini menjadi kunci agar generasi muda memahami bahwa Ubi Cilembu bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan daerah yang harus dijaga.
“Melalui pendekatan yang humanis dan ramah anak, maskot UCIL bisa menjadi media edukasi yang efektif. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa ini adalah warisan komoditas Sumedang yang sudah mendunia dan menjadi kebanggaan bersama,” jelasnya.
