Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Jawaban Bupati Sumedang Usai Disentil KDM soal Penambangan Ilegal

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. (Foto : Istimewa)

Sumedang – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, buka suara usai disentil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, terkait penambangan ilegal di wilayahnya. Dony menegaskan pihaknya sudah menutup 30 tambang ilegal sejak 2018.

“Beberapa tambang yang ada sudah kami tertibkan. Yang boleh beroperasi hanya yang punya izin. Yang tidak punya izin, dihentikan,” kata Dony di Sumedang, Minggu (27/4).

Dony menegaskan bahwa tambang yang sudah mengantongi izin pun diawasi ketat, mulai dari luas lahan, kedalaman galian, hingga kewajiban reklamasi.

Ia juga menyebutkan bahwa seluruh proses penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.

“Karena memang ini kewenangannya di Provinsi ini ijinnya. Jadi bersama-sama dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Satpol PP Kabupaten/Provinsi untuk menutup itu,” katanya.

Terkait laporan masyarakat, Dony mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti. Salah satunya adalah menutup tambang pasir sungai di Tomo yang sempat viral di Darmawangi.

“Saat itu saya tugaskan Satpol PP bersama camat dan langsung kami tutup,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dony juga mengungkap rencana penertiban tambang batu di Batudua. “Besok Satpol PP kami turunkan ke Batudua untuk cek. Kalau memang terbukti, akan langsung kami tutup,” ujarnya.

“Kami minta semua pihak ikut mengawasi tambang yang ada di Sumedang,” tambah Dony.

Sebelumnya, KDM menyerukan penghentian penambangan ilegal di Sumedang saat menghadiri Pagelaran Wayang Golek di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tegas menindak tambang ilegal.

“Lamun nyaah ka Sumedang, eureunkeun penambangan ilegal di Sumedang,” kata KDM saat mengisi acara pagelaran wayang golek.

KDM juga mendorong keberanian dari Bupati Sumedang untuk menutup aktivitas tambang yang merusak lingkungan. “Pak Dony kudu leber wawanen. Tingaliken, tutup. Pokona jelema nu ngaruksak, tutup,” ujarnya.

Exit mobile version