Sumedang – Festival Cut Nyak Dien dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas histori budaya dan kebangsaan di Kabupaten Sumedang. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir pun mendorong agar kegiatan tersebut dapat ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan daerah.
Menurut Bupati Dony, festival yang mengangkat sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana merawat sejarah serta menanamkan nilai moral dan spiritual kepada masyarakat.
“Festival ini sarat makna. Di dalamnya ada sejarah, nilai perjuangan, kemanusiaan, dan pesan kebangsaan. Karena itu, saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Dony.
Hal tersebut disampaikan Dony saat menghadiri Festival Cut Nyak Dien 2025 bertajuk ‘Nada & Do’a, Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia’ yang digelar di Geo Theater Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Sabtu (13/12/2025) malam.
Dony menuturkan, sosok Cut Nyak Dien merupakan teladan perempuan Indonesia yang memiliki keteguhan iman, keberanian, serta semangat pantang menyerah. Meski diasingkan ke Sumedang, nilai perjuangannya justru meninggalkan warisan moral yang hingga kini masih relevan.
“Diasingkan bukan berarti berhenti berjuang. Cut Nyak Dien justru meninggalkan jejak keteladanan di Sumedang, yang harus terus kita rawat dan wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus sejalan dengan pembangunan karakter dan jati diri masyarakat melalui pendekatan budaya.
“Ketika ruang budaya dihidupkan, maka akan lahir kreativitas, tumbuh ekonomi kreatif, dan terbangun rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya,” ucapnya.
Ia juga menilai Geo Theater Rancakalong memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan seni budaya sekaligus ruang publik kreatif yang dapat menggerakkan ekosistem budaya di Sumedang.
Di akhir, Dony mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai perjuangan Cut Nyak Dien sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Jejak perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan. Bukan hanya dikenang, tetapi diamalkan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kepada bangsa,” tuturnya.
