Site icon Tahu Ekspres Sumedang

GMKI Sumedang Berharap Pihak Kepolisian Perketat Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru

Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Prabu Geusan Ulun No.104, Situ, Kecamatan Sumedang Utara (Foto : Istimewa)

Sumedang – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumedang berharap Polres Sumedang beserta stakeholder terkait meningkatkan pengamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Permintaan tersebut disampaikan guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan penuh sukacita.

Ketua Umum GMKI Sumedang, Natau Lasniroha Sinaga, mengatakan Natal dan Tahun Baru merupakan momentum penting dan sakral bagi umat Kristiani, khususnya peringatan kelahiran Yesus Kristus setiap 25 Desember.

“Acara Natal dan Tahun Baru menjadi bagian penting bagi umat Kristiani, terutama di Indonesia. Ini adalah momentum yang dinanti-nantikan, yakni kelahiran sang Juru Selamat setiap tanggal 25 Desember,” katanya saat diwawancarai Tahu Ekspres, Minggu (21/12/2025).

Ketua Umum GMKI Sumedang, Natau Lasniroha Sinaga (Foto : Istimewa)

Namun, ia menilai momen keagamaan tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kerusuhan maupun gangguan keamanan.

“Justru momen-momen seperti ini yang dijadikan kesempatan untuk oknum melakukan kerusuhan. Padahal bagi kami, mulai dari perayaan Natal sampai dengan puncak di malam Natal tanggal 24 malam, hingga ibadah Natal di tanggal 25 adalah hari yang kudus dan penuh sukacita,” ujarnya.

Natau Lasnihora yang juga merupakan mahasiswa Universitas Padjadjaran berharap, Polres Sumedang dapat memberikan pengamanan yang lebih ketat selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru, mengingat adanya kasus pengeboman dan kericuhan yang pernah terjadi menjelang Nataru di sejumlah daerah.

“Kami berharap tahun ini kepolisian bisa memberikan keamanan yang lebih ketat lagi. Kita berharap Natal kali ini bisa dilalui dengan penuh sukacita, bukan hanya saat puncak acara, tetapi juga selama perayaan Natalnya,” ucapnya.

Selain soal keamanan, GMKI Sumedang juga menyoroti maraknya isu intoleransi di Jawa Barat yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian, khususnya dalam momentum Nataru.

“Indonesia adalah negara dengan keberagaman yang tinggi. Kebebasan memeluk agama masing-masing sudah tertulis jelas dalam UUD,” katanya.

Ia pun berharap tidak ada kasus penggusuran, pembubaran gereja, maupun pelarangan kegiatan ibadah, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“GMKI berharap kasus penggusuran atau pembubaran gereja maupun kegiatan ibadah tidak terjadi, khususnya dalam momen menjelang Natal dan Tahun Baru,” pungkas Natau.

Sebelumnya pihak keamanan, yaitu Polres Sumedang sudah melaksanakan gelar pasukan Ops Lilin Lodaya, Jumat (19/12/2025), guna memastikan keamanan dan kenyamanan pada perayaan tahun baru 2026 dan Natal 2025 di Kabupaten Sumedang.

“Untuk Operasi Lilin Lodaya tahun 2025 ini, sasaran pengamanan tidak hanya orang, tetapi juga objek vital seperti tempat ibadah, tempat wisata, serta harta benda para pemudik atau masyarakat yang meninggalkan kota,” ujar AKBP Sandityo Mahardika.

Exit mobile version