Sumedang – Sejumlah lahan perkebunan cabai di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, gagal panen akibat cuaca ekstrem yang terjadi selama dua bulan terakhir.
Kondisi ini membuat petani cabai merugi, terutama karena harga kiloan cabai turun drastis dari Rp70 ribu menjadi hanya Rp25 ribu perkilonya.
Salah satu petani cabai, Tatang Hidayat, terpaksa memangkas bahkan mencabut tanaman cabai yang busuk akibat insektisida yang tidak maksimal saat cuaca ekstrem terjadi. Dari total 280 meter persegi lahan kebun cabai, 50 persennya gagal panen.
“Kondisi ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang sedang terjadi dan sudah berlangsung selama dua bulan terakhir,” kata Tatang Kamis (22/1/2026).
Tatang berharap harga insektisida dapat lebih terjangkau, karena kondisi cuaca di luar kuasa para petani. “Para petani cabai pun merugi lantaran harga kiloan cabai turun drastis,” tambahnya.
Petani cabai berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengatasi kerugian yang dialami. Saat ini, Tatang dan petani, masih berusaha untuk menyelamatkan tanaman cabai yang masih bisa dipanen.
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi membuat petani cabai sangat kesulitan. Mereka berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Petani cabai juga berharap harga insektisida dapat lebih terjangkau, sehingga mereka dapat meningkatkan produksi cabai.
