Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Forum Kiai NU Jawa Desak Pimpinan PBNU Mundur, Usulkan Muktamar Luar Biasa

Forum Kiai NU Jawa saat konferensi pers di Bandung. (Foto : Istimewa)

Bandung – Forum Kiai NU Jawa menyampaikan pernyataan sikap terkait konflik berkepanjangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) antara kubu KH Miftakhul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf. Forum menilai situasi yang semakin memanas telah menimbulkan kegelisahan luas di kalangan warga Nahdliyin.

Koordinator Forum Kiai NU Jawa, KH Faris Fuad Hasyim, mengatakan para kiai melihat ketegangan internal ini tak kunjung mereda meski sebelumnya sudah ada seruan islah dari Mustasyar NU dalam forum Kediri dan Jombang.

“Konflik ini sudah terlalu lama dibiarkan. Dampaknya merambah sampai ke wilayah, cabang, bahkan ranting. NU tak boleh terus terjebak dalam kebuntuan seperti ini,” ujar KH Faris dalam keterangan resminya, Kamis (12/12/2025).

Desak Pimpinan PBNU Mundur

Dalam poin pertama, Forum Kiai NU Jawa mendesak Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf untuk mundur. Langkah ini, menurut forum, merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kisruh yang disebut berlangsung selama lima tahun terakhir.

“Sudah saatnya semua pihak mengedepankan kepentingan jam’iyyah. Pengurus hasil Muktamar Lampung harus menunjukkan sikap ksatria dengan mengundurkan diri,” jelas KH Faris.

Dorong Muktamar Luar Biasa

Forum Kiai NU Jawa juga meminta dibentuknya panitia bersama dari unsur PBNU, PWNU, dan PCNU guna mempersiapkan Muktamar Luar Biasa (MLB). Forum menilai MLB sebagai jalan paling konstitusional untuk mengklarifikasi, mengevaluasi, dan mengoreksi persoalan yang muncul sepanjang periode kepengurusan berjalan.

“MLB adalah solusi paling adil dan bermartabat. Hanya forum inilah yang bisa memulihkan stabilitas organisasi secara menyeluruh,” tegasnya.

Tolak Tiga Tokoh Maju Lagi

Forum juga menolak munculnya kembali KH Miftakhul Akhyar, KH Yahya Cholil Staquf, dan Saifullah Yusuf dalam struktur kepemimpinan hasil MLB.
“Ini bukan persoalan pribadi. Kami hanya ingin memberi ruang bagi lahirnya kepemimpinan baru yang lebih netral dan dapat diterima semua kalangan,” kata KH Faris.

Ancaman Bentuk PBNU Tandingan

Jika MLB tidak digelar dalam waktu tiga bulan, Forum Kiai NU Jawa menegaskan siap membentuk PBNU tandingan sebagai langkah darurat.

“Jika tak ada keputusan dalam tiga bulan, kami akan mengambil langkah konsolidasi NU kultural melalui pembentukan PBNU tandingan. Ini ikhtiar terakhir demi menyelamatkan NU dari stagnasi dan konflik internal,” ujarnya.

Ajak Tokoh NU Kultural Terlibat

Forum Kiai NU Jawa juga mengundang tokoh-tokoh NU kultural, termasuk H. Rhoma Irama serta sejumlah ulama dan budayawan lainnya, untuk ikut menguatkan upaya penyatuan jam’iyyah.

“Kami ingin gerakan moral ini didukung figur-figur karismatik yang punya basis kultural luas. Ini penting untuk merawat persatuan di akar rumput,” ungkap KH Faris.

Seruan Persatuan

Di akhir pernyataan, Forum Kiai NU Jawa menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk memecah belah, melainkan menyelamatkan NU dan mengembalikan fokus organisasi pada pengabdian umat.

“Kami menyeru warga Nahdliyin untuk tetap tenang dan menjaga persaudaraan. Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi persatuan NU dan kemuliaan bangsa,” tutup KH Faris.

Exit mobile version