Sumedang – Dua pendaki asal Kecamatan Cimalaka dilaporkan tersambar petir saat mendaki Gunung Tampomas, Sumedang, pada Minggu (22/12/2024). Ketua Karang Taruna yang juga pengelola Basecamp Tampomas Boga Carita, Mufid Yohansyah, memastikan kondisi keduanya sehat setelah dievakuasi. Mereka diketahui mendaki bersama enam rekan lainnya.
“Kami menerima laporan sekitar siang melalui telepon seluler bahwa ada pendaki yang tersambar petir saat turun. Alhamdulillah, setelah dievakuasi, kondisi mereka sehat,” ujar Mufid kepada Tahu Ekspres.
Mufid menjelaskan, kedua pendaki tersebut tidak tersambar langsung oleh petir, melainkan hanya terkena dampaknya, yang dalam istilah Sunda disebut kahembos.
“Karena mereka mengalami syok, kami memutuskan untuk mengevakuasi menggunakan tandu. Proses evakuasi memakan waktu sekitar tiga jam hingga tiba di basecamp sebelum Magrib,” jelasnya.
Ia menambahkan, insiden terjadi di dekat puncak Sangiang Taraje saat perjalanan turun. Diduga, salah satu pendaki menyalakan ponsel sehingga memicu sambaran petir.
“Alhamdulillah, keduanya dalam kondisi sehat tanpa luka berarti. Setelah diperiksa, mereka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Mufid.
Sebagai relawan Tampomas Boga Carita, Mufid menyatakan pihaknya selalu siap memberikan bantuan kepada pendaki yang mengalami kendala di lapangan.
“Untuk pertolongan pertama, kami menggunakan tandu yang memadai dan emergency blanket untuk menghangatkan suhu tubuh korban karena pada saat kejadian kondisi di lapangan hujan dan korban mengeluh kedinginan,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para pendaki untuk berhati-hati saat mendaki di musim hujan. “Hindari menyalakan ponsel di area terbuka karena dapat memicu sambaran petir, terutama saat cuaca ekstrem,” pungkasnya.
