Dua Anak di Rancakalong Jadi Korban Dugaan Penyiraman Air Keras, Satreskrim Polres Sumedang Buru Pelaku

Sumedang – Dua anak yang merupakan kakak beradik di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, diduga menjadi korban penyiraman air keras. Peristiwa itu diduga terjadi dalam dua kejadian berbeda. Korban berinisial KS (6), sang adik, mengalami kejadian tersebut pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di dekat rumahnya. Sementara itu, korban berinisial RP (9) diduga mengalami kejadian serupa pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 15.30 WIB saat pulang bermain bola. Akibat kejadian tersebut, keduanya mengalami luka permanen.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus tersebut setelah mendapat informasi adanya korban yang menjalani perawatan di UGD Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang.

“Karena untuk kasus ini ya sudah dua kali kejadian, yang pertama tanggal 12 Mei ya, yang kedua tanggal 15 Juni dan kami tekankan kami juga belum pernah menerima laporan sebelumnya dan kami mendapat informasi bahwa di UGD Rumah Sakit Sumedang ada korban, yang diduga disiram oleh air keras, dan kami mendatangi korban dan kami mewawancarai korban baik itu korban dan orang tua korban,” kata AKP Tanwin, Rabu (17/6/2026).

Setelah menerima informasi tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

“Iya memang (penyiraman anak dengan air keras) unit PPA menerima laporan ada diduga ya, dua orang anak menjadi korban diduga penyiraman air keras,” ujarnya.

Menurut AKP Tanwin, kedua korban saat ini telah mendapat perlindungan dan pendampingan.

“Kami sudah melakukan penyelidikan ya dan untuk anak malam ini juga sudah kami amankan di Dinas Perempuan Perlindungan dan anak, untuk pelaku kami lagi konsentrasi, memeriksa sekitaran keluarga dulu (orang terdekat),” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka permanen pada bagian tubuh tertentu.

“Kondisi anaknya mengalami luka permanen ya, luka permanen di mata sebelah kiri dan di belakang, untuk korban adik kakak ya,” ungkap AKP Tanwin.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap lingkungan terdekat korban guna mengungkap pelaku.

“Kami lagi memeriksa (secara) intensif ya untuk, mengarah ke pelaku mungkin kami arahkan untuk malam ini ke lingkungan keluarga dia dulu,” pungkasnya.

Exit mobile version