Diduga Diserang Anjing Liar, Belasan Domba Warga Tanjungmedar Mati Mengenaskan di Dalam Kandang

Sumedang – Ternak domba milik warga di Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, diduga menjadi korban keganasan anjing liar dalam dua pekan terakhir. Sedikitnya lebih dari 10 ekor domba dilaporkan mati dengan kondisi mengenaskan di dalam kandang.

Informasi tersebut disampaikan warga setempat, Asep Sopian Bukhori Muslim, melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5/2026). Menurutnya, serangan terjadi di sejumlah dusun berbeda dan hampir berlangsung setiap malam sejak akhir April lalu.

“Di daerah saya, Kecamatan Tanjungmedar khususnya Desa Kertamukti, sedang ramai ternak warga dimangsa anjing liar. Sudah banyak korbannya,” kata Asep.

Ia menyebut serangan terjadi di Dusun Cipedes RT 01 RW 04, Dusun Cilutung RT 01 RW 02, Dusun Cirendang, Dusun Sangkup, hingga Dusun Sindangjaya, Desa Kertamukti. Korban merupakan ternak warga dari dusun yang berbeda-beda.

“Menurut informasi ada sekitar delapan kandang dan lebih dari 10 ekor domba yang jadi korban,” ujarnya.

Asep menduga hewan ternak tersebut diserang anjing liar yang sebelumnya digunakan untuk berburu namun kini tidak terurus. Domba yang menjadi korban disebut tidak hilang, melainkan dimakan di lokasi kandang.

“Tidak hilang, dimakan di tempat. Menurut info katanya anjing liar, anjing untuk berburu yang sudah tidak terurus,” katanya.

Korban pertama diketahui milik seorang warga bernama Dana yang berada di Dusun Cipedes RT 01 RW 04, Desa Kertamukti. Kejadian itu disebut terjadi pada akhir April 2026 dengan satu ekor domba menjadi korban.

Menurut Asep, kondisi bangkai domba rata-rata mengalami luka parah di bagian leher dan dada. Bagian organ dalam hewan ternak tersebut juga disebut menjadi sasaran utama.

“Kondisi leher bolong, kemungkinan diserang dulu di bagian leher. Kemudian dadanya terbuka dan jeroannya keluar. Yang dimakan itu bagian jeroan seperti hati dan jantung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa kandang bahkan mengalami kehilangan lebih dari satu ekor domba dalam satu malam. Terakhir kejadian dilaporkan terjadi sekitar tiga hari lalu.

Warga kini mulai meningkatkan ronda malam untuk mengantisipasi serangan susulan. Bahkan, pada Minggu malam, warga sempat melakukan perburuan setelah mendapat informasi ada kandang yang kembali diincar hewan liar tersebut.

“Saat ini warga ronda sambil berburu. Semalam juga ramai karena katanya ada satu kandang yang sedang diincar,” ujar Asep.

Dikonfirmasi terpisah, kepala desa Kertamukti, Agus Budi, membenarkan bahwa ada domba milik warga yang menjadi korban keganasan anjing liar.

“Ia sebelumnya ada korban domba di desa Tanjungwangi, kalau disini ada sekitar 12 domba yang mati, kejadian terakhir Minggu kemarin,” katanya.

Ia menduga, hewan buas yang menyerang peternakan warga merupakan anjing liar berwarna hitam.

Exit mobile version