Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Dari Keterbatasan ke Keberhasilan: Festival Film Pendek Sumedang Buktikan Daya Kreatif Tanpa Batas

Foto : Penyerahan Anugrah diserahkan kepada Pemenang Film Lokal berjudul 'Hajat Lembur' oleh Kepala Bidang Ekraf, Adi Dimas, Sabtu 6 Desember 2025, malam di Gedung IPP Lt.3 Sumedang. (G'Jodt)

Sumedang – Ketika tim penyelenggara Festival Film Pendek Sumedang memulai langkah pertama, kegelisahan terasa tebal.

Pasalnya, proyek yang diusung berskala internasional itu tampak terlalu ambisius, terutama dengan keterbatasan sumber daya dan kapasitas data yang dihadapi.

Namun, ketika tirai festival ditutup, mereka membuktikan bahwa kemampuan manusia untuk mengatasi tantangan bisa melampaui semua ekspektasi.

Hal ini didapat Tahuekspres.com saat mewawancarai Anggun, selaku Manager Projek dalam Event Festival Film Pendek Sumedang. Tentu saja, festival yang sukses diselesaikan itu bukan tanpa pengorbanan, beberapa aspek harus dikompromikan demi tercapainya tujuan keseluruhan.

Mulai dari pembatasan jumlah lokasi tayang hingga penyesuaian jadwal acara, setiap langkah diambil dengan cermat untuk memastikan festival tetap berjalan lancar. Tetapi semua itu berharga. Keberhasilan festival ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat, kerja keras, dan keahlian, apa pun bisa dicapai.

Tidak hanya sekadar acara hiburan, Festival Film Pendek Sumedang juga membawa visi yang cukup besar.

“Mengubah festival film yang selama ini dianggap sebagai ‘mainan anak film’ yang eksklusif menjadi inklusif dan dimiliki seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Sumedang.” Jelas Anggun kepada Tahuekspres, Sabtu 6 Desember 2025 di Gedung IPP Sumedang sekitar pukul 22.12 Wib.

Anggun percaya bahwa film adalah medium inklusif yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, meraih sisi-sisi yang mungkin tidak dapat dijangkau bidang lain.

Melalui tayangan film yang beragam, para pelaku dibidang industri perfilman berharap dapat membangkitkan minat, memicu pemikiran dan menciptakan ruang untuk berbagi cerita di antara warga Sumedang.

Disela acara malam pembacaan nominasi yang penuh dengan kegembiraan, ada tantangan yang belum terpecahkan. Yakni, partisipasi pembuat film dari Sumedang yang dinilai belum optimal.

Bahkan fenomena menarik terjadi ketika festival dibuka lebih luas untuk umum, partisipasi lokal justru menurun. Hal ini menjadi perhatian utama bagi pihak penyelenggara, yang telah menetapkan target tahun depan untuk meningkatkan keikutsertaan pembuat film Sumedang secara signifikan.

“Salah satu rencana yang akan diambil adalah menambah jumlah nominasi untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi para sineas lokal.” Ujar Anggun.

Dukungan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan festival. Meskipun dukungan finansial dari program Dispora dinilai cukup memadai, tetap diperlukan dukungan non-finansial berupa peningkatan kepedulian dan kesadaran dari berbagai pihak.

Menurut Anggun, Festival tidak boleh hanya menjadi ‘beban tugas’ atau sekedar menggugurkan kewajiban. akan tetapi harus menjadi kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

“Penyelenggaraan acara internasional membutuhkan dukungan lintas sektor, tidak cukup hanya satu departemen.” tambahnya.

Selain itu, ekosistem kreatif di Sumedang masih belum terbentuk sempurna. Meskipun potensi kreatif yang ada sangat besar, masih ada kekurangan dalam rantai kreativitas yang perlu diperbaiki.

“Industri film tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan koneksi dengan sektor lain, seperti pariwisata, pendidikan, dan teknologi.” Ujarnya.

Ia menyatakan bahwa diperlukan peningkatan atmosfer kreatif agar para seniman tidak ragu berkarya dan mengembangkan potensi mereka.

Meskipun ada tantangan yang masih harus dihadapi, optimisme tinggi untuk penyelenggaraan Festival Film Pendek Sumedang tahun depan yang lebih baik.

Dengan target utama meningkatkan partisipasi pembuat film lokal dan harapan mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak, penyelenggara yakin bahwa festival akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri film dan masyarakat Sumedang.

Dengan perbaikan ekosistem kreatif, para kreator akan lebih berani berkarya dan berkreasi, menghasilkan karya-karya film yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Kadispora, Dian Sukmara mengaku bangga atas hasil dari event yang telah terselenggara.

“saya haru, melihat bahwa event terselenggara pada skala yang luas.” Kata Dian memungkasi.**

Exit mobile version