Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Calon Praja IPDN Asal Ternate Meninggal Dunia Saat Diksar, Pihak Kampus : ‘Tak Ada Indikasi Kelelahan Berlebihan’

Ilustrasi (Foto : ChatGPT)

Sumedang – Duka menyelimuti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Seorang calon praja (Capra) asal Ternate, Maluku Utara, MIN (20), angkatan XXXVI, meninggal dunia pada Rabu (7/10/2025) malam sekitar pukul 23.50 WIB. Maulana wafat saat mengikuti kegiatan apel malam dalam rangka Pendidikan Dasar (Diksar) di kampus IPDN Jatinangor.

Kepala Biro Administrasi Hukum, Kepegawaian, dan Humas IPDN, Prof. Arief M Edie membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, apel malam merupakan kegiatan rutin bagian dari rangkaian Diksar Capra, dimulai sejak pukul 22.00 WIB dan bertujuan untuk pengecekan kesehatan serta kesiapan sebelum istirahat malam.

“Maulana ini mengaku lemas saat mengikuti apel malam yang dilakukan rutin setiap hari. Mengetahui hal itu, petugas langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke Klinik Sarana Apotek (KSA) untuk pemeriksaan awal, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (Unpad), sebelum akhirnya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung,” jelas Arief kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Arief menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Maulana tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, hasil observasi medis menunjukkan adanya penurunan drastis pada detak jantung, yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

“Meninggalnya Maulana didiagnosis sebagai serangan jantung mendadak. Tidak ada indikasi kelelahan berlebihan karena selama Diksar, kegiatan fisik hanya sebatas latihan baris-berbaris, tidak ada aktivitas berat seperti lari atau latihan ekstrem lainnya,” kata Arief.

Ia juga menambahkan, proses seleksi calon praja IPDN sangat ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Karena itu, kecil kemungkinan seorang calon dengan riwayat penyakit berat seperti jantung bisa lolos seleksi.

“Seleksi ketat dilakukan sejak tahap awal di daerah masing-masing. Jika ada riwayat penyakit jantung, sangat kecil kemungkinan untuk bisa diterima menjadi calon praja IPDN,” tegasnya.

Menurut Arief, keluarga Maulana telah diberi kabar segera setelah kondisinya menurun. Jenazah kemudian dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Maluku Utara.

“Semangat dan dedikasi almarhum sangat tinggi. Ia melewati seluruh tahapan seleksi dengan baik. IPDN turut berduka cita yang mendalam, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Arief.

Exit mobile version