Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Bupati Sumedang Sebut Tambang Ilegal Jadi Salah Satu Faktor Jalan dan Lingkungan Rusak

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat diwawancarai media, Minggu (27/4/2025) dini hari di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang. (Foto : Istimewa)

Sumedang – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyoroti dampak buruk aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Sumedang. Ia menyebutkan, penambangan liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengakibatkan kerusakan serius pada jalan dan lingkungan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dony seusai pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat diwawancarai awak media usai Pagelaran Wayang Golek oleh dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra, dalam rangka Hari Jadi Sumedang ke-447 di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang, Minggu (27/4/2025).

“Kebudayaan itu akan hadir manakala alamnya terjaga. Pesan saya, karena lama sekali Sumedang menjadi sumber penambangan ilegal, maka Pak Bupati sekarang spiritnya harus sama dengan Gubernur untuk mengembalikan alam Sumedang ke asalnya, yang dikelilingi gunung-gunung, sungai-sungai, dan hamparan sawah,” ucap Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang dikenal luas dengan sebutan ‘Bapa Aing’.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa penambangan ilegal berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan dan jalan.

“Fikiran saya gini ya, kalau yang sudah tidak berizin diambil pasirnya, alamnya rusak, jalannya rusak, dan tidak bayar pajak,” kata Dony kepada wartawan, Minggu (27/4/2025) dini hari di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang.

Dony mengungkapkan, kerugian justru ditanggung pemerintah ketika tambang ilegal menjamur di Kabupaten Sumedang. Ia menyoroti bahwa kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan tambang liar berdampak langsung pada kehidupan warga.

“Pemda tidak boleh mungutin pajak dari yang tidak berizin. Jadi kita rugi berlipat-lipat. Makanya saya tegas tutup itu,” tegasnya.

Exit mobile version