Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Bupati Dony Serahkan SK Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah hingga Inovasi Layanan Kesehatan di Sumedang

Penyerahan SK Kepala Puskesmas oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Gedung Negara Sumedang (Foto : Istimewa)

Sumedang – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 19 orang Pejabat Fungsional yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas serta 6 orang Pejabat Fungsional yang baru menerima SK tambahan sebagai Kepala Puskesmas dan telah memiliki sertifikat manajemen. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Gedung Negara, Senin (26/1/2026).

Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa Puskesmas merupakan wajah pemerintah daerah karena berada di garda terdepan dalam pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan. Menurutnya, kualitas pelayanan Puskesmas akan sangat memengaruhi citra pemerintah di mata masyarakat.

“Saya berharap, karena Puskesmas merupakan wajah pemerintah daerah, maka komitmen untuk melayani masyarakat harus terus diperkuat. Hal ini akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ucapnya.

Dony menyampaikan bahwa penyerahan SK Kepala Puskesmas memiliki tiga makna penting. Pertama, sebagai peneguhan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kedua, sebagai penegasan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan fungsi jabatan. Ketiga, sebagai penguatan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah amanah yang diberikan dan harus dipertanggungjawabkan. Selain itu, kita juga memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, serta meneguhkan komitmen untuk melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa Kepala Puskesmas bukan sekadar pejabat administrator, melainkan pemimpin pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing. Kepala Puskesmas dituntut mampu memimpin, menggerakkan, serta memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

“Kepala Puskesmas juga merupakan penggerak perubahan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Artinya, porsi promotif dan preventif harus lebih diutamakan dibandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif,” tuturnya.

Ia menilai peran Kepala Puskesmas sangat strategis sebagai komandan lapangan dalam berbagai program dan persoalan kesehatan, mulai dari pencegahan stunting, penuntasan tuberkulosis (TBC), penurunan angka kematian ibu dan bayi, hingga peningkatan status gizi masyarakat.

“Para Kepala Puskesmas harus menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Jaga keteladanan dan integritas dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Selain itu, Dony meminta para Kepala Puskesmas mampu “menaklukkan medan” dengan cepat beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Ia juga mendorong lahirnya inovasi dan terobosan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Kepala Puskesmas harus mampu beradaptasi, melakukan konsolidasi dan membangun kekompakan, kemudian berkolaborasi. Setelah itu, harus berani berinovasi untuk menemukan cara-cara baru. Banyak hal yang bisa dilakukan tanpa harus selalu menunggu program atau kegiatan,” terangnya.

Di akhir sambutan, Dony menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan tata kelola yang baik. Ia meminta seluruh Kepala Puskesmas dan jajarannya bekerja secara normatif, tertib administrasi, serta menjaga kualitas pelayanan.

“Bekerjalah sesuai aturan dan jaga kualitas pelayanan. Jangan sekali-kali melanggar aturan, karena pelanggaran yang dibiarkan akan menjadi kebiasaan. Saya ingin semuanya benar-benar menaati aturan, bekerja secara normatif, dan menghasilkan pelayanan yang berkualitas,” pungkasnya.

Exit mobile version