Buka Puasa Bersama di Lapas Sumedang, Obati Rindu dan Berikan Hak Warga Binaan pada Keluarga

Sumedang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sumedang menggelar kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan warga binaan dengan keluarga mereka. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para warga binaan untuk merasakan kembali suasana kebersamaan layaknya di rumah pada Kamis (5/3/2026).

Ketua Tim Humas Lapas Kelas II B Sumedang, Ridwan Lubis, mengatakan kegiatan buka bersama itu merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk bertemu keluarga.

“Kami disini di Lapas Sumedang telah melaksanakan kegiatan buka bersama yang dihadiri oleh warga binaan dan keluarganya. Tujuan daripada kegiatan ini adalah salah satu pemenuhan hak daripada warga binaan, yaitu hak jumpa dikunjungi oleh keluarga,” ujar Ridwan saat diwawancarai Tahu Ekspres.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut sengaja difasilitasi dalam bentuk buka puasa bersama agar warga binaan bisa merasakan kembali suasana berkumpul dengan keluarga.

“Namun pada kesempatan sore ini sengaja kami sediakan atau kami fasilitasi, dikemas dalam kegiatan buka bersama yang, yang mana mungkin ini sangat-sangat dirindukan oleh para warga binaan, suasana di rumah ketika berkumpul dengan keluarga, nah ketika di dalam Lapas pun kita berikan kesempatan,” katanya.

Ridwan berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban psikologis para warga binaan selama menjalani proses pembinaan.

“Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan ini, paling tidak mengurangi beban psikologis daripada warga binaan sehingga terpacu untuk semangat lagi dalam menjalani proses pembinaan, proses hukum bagi para warga binaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas II B Sumedang, Boynaldo Gultom, menyebut kegiatan buka bersama tersebut dihadiri keluarga dari sekitar 180 warga binaan.

“Sekitar kurang lebih 180 warga binaan yang keluarga nya hadir dari jumlah warga binaan sebanyak narapidana 184 juga tahanan 88 dengan total jumlah 272,” kata Boynaldo.

Ia mengatakan tidak semua warga binaan bisa bertemu keluarga karena berbagai alasan, termasuk jarak hingga kondisi keluarga.

“Biasanya jauh kalo yang ga hadir keluarganya, ada juga yang gapunya keluarga, jadi kita juga memberikan satu motivasi juga untuk mereka, anggaplah kami sebagai orang tua wali bagi kalian, yang sabar dan ikhlas,” tuturnya.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas II Sumedang, Alfian, menilai kehadiran keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mental warga binaan.

“Pembentukan mental untuk warga binaan, kita ketahui bahwa keluarga adalah support yang sangat berpengaruh dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi warga binaan, khususnya di bulan Ramadan.

“Ikhtiar kita juga untuk memenuhi hak-hak para warga binaan di lapas ini, insya Allah menjadi manfaat dan berkah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Exit mobile version