Site icon Tahu Ekspres Sumedang

Angin Puting Beliung Hantam Desa Haurngombong, 30 KK Terdampak

Angin Puting Beliung

Angin Puting Beliung Rusak 30 Rumah di Haurngombong (Foto: Istimewa)

Sumedang – Bencana angin puting beliung menerjang Dusun Karang Nangka dan Ranca Mekar, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, pada Rabu (3/12/2025) sore. Sebanyak 30 kepala keluarga terdampak akibat atap rumah yang roboh dan genteng berterbangan.

“Pada hari Rabu tanggal 3 des 2025 Pukul 17.30 Wib telah terjadi Angin puting Mengakibatkan robohnya atap rumah dan genting yg berterbangan yg menimpa asbes rumah di Rw 01 desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan sebanyak 30 kk,” ujar Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan menjelaskan situasi awal bencana.

Ia juga mengungkapkan bahwa kekuatan angin sangat ekstrem sebagaimana tercatat dalam laporan kronologi.

“Angin puting dengan kecepatan kuranglebih 35 not dari arah timur, dusun karang nangka menuju Barat sekitar 1 km bergerak kembali lagi angin menuju timur yg mengakibatkan rumah warga di terjang angin,” jelasnya.

Kapten Agus turut menekankan bahwa kondisi cuaca memperburuk kerusakan.

“Kerusakan di akibatkan angin kencang di barengi hujan deras,” ujarnya mengutip laporan teknis lapangan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, nilai kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerugian di perkirakan ±Rp 20.000.000,” kata Agus.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pemilik rumah terdampak sudah terdata, terdiri dari 30 banguan rumah hingga fasilitas umum seperti “Masjid Al mutakien” dan “Pondok pesantren Rindu mutakien.”

Upaya penanganan telah dilakukan sejak malam setelah kejadian.

“Untuk sementara sedang dilakukan pembersihan dari td malam hingga siang hari Kamis 4 des 2025,” jelas Kapten Agus.

Menurut Danramil, warga masih membutuhkan sejumlah material untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak. Kebutuhan itu meliputi terpal, ratusan genteng, kayu berbagai ukuran, papan, puluhan lembar asbes, paku, ereng, seng talang, hingga belasan sak semen. Seluruh daftar kebutuhan tersebut telah disusun untuk mempermudah pendistribusian bantuan.

Ia menambahkan bahwa proses pemulihan melibatkan banyak unsur mulai dari pemerintah desa, aparat TNI-Polri, hingga lembaga penanggulangan bencana dan tenaga kesehatan. Selain itu, masyarakat di sekitar RW 01 Dusun Rancamekar juga turut bergotong royong membantu membersihkan puing dan memperbaiki rumah warga terdampak.

Exit mobile version