Sumedang – Setelah lebih dari tiga dekade menggeluti dunia otomotif, Aki Dede tak pernah jenuh mengulik masalah di bengkel kecilnya di kawasan Kampus UPI Sumedang. Bising knalpot dan kesibukan sehari-hari menjadi irama tempat kerjanya.
Ia melihat setiap motor bukan sekadar kendaraan yang perlu diperbaiki, melainkan misteri yang menantang. Dikelilingi kabel warna-warni, apometer, dan perkakas, ia kini menyelidiki masalah sistem kelistrikan.
“Kalau orang lain mungkin merasa bosan melihat kabel yang sama, tapi buat saya itu berbeda,” ucapnya sambil fokus pada alat tes yang menampilkan data tegangan dan arus.
Menurutnya, bahkan motor dengan jenis dan tahun produksi sama bisa memiliki masalah kelistrikan yang beragam – kadang karena penggunaan, faktor lingkungan, atau komponen lokal.
Memulai karier awal tahun 1990-an ketika kelistrikan motor masih sederhana dengan sistem magnet dan kontak breaker, Aki Dede menyaksikan perkembangan teknologi otomotif yang pesat. Ia selalu berusaha mengikuti perkembangan dari sistem konvensional hingga yang modern dengan modul elektronik.
“Tidak ada hari yang sama. Kemarin menangani starter tidak menyala karena korsleting kabel tanah, hari ini sensor cahaya tidak berfungsi meskipun sudah baru. Setiap kasus punya cerita sendiri,” tuturnya saat ditanyai Tahuekspres.com di sela pekerjaanya, pada Kamis (15/01/2026).
Banyak mekanik muda belajar padanya, dan pelajaran utamanya adalah jangan menganggap remeh masalah kelistrikan. “Jangan langsung menyalahkan komponen baru atau mengira masalahnya sama, perlu teliti, sabar, dan ingin tahu penyebabnya,” tandasnya.
Meski usianya tidak muda, semangatnya belajar tak surut. Ia sering mempelajari sistem kelistrikan terkini secara daring dan berdiskusi dengan rekan-rekannya. “Bidang ini terus berkembang, kalau berhenti belajar kita akan tertinggal,” ujarnya.
Bagi Aki Dede, ragam permasalahan kelistrikan adalah daya tarik yang membuat pekerjaannya menarik. “Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari dari setiap kabel dan motor yang saya sentuh,” pungkasnya.
