Site icon Tahu Ekspres Sumedang

AC Wajib Diservice Tiap 1.000 Jam Kerja, Bukan Patokan Bulan

Teknisi Kang Ace saat melakukan service AC disalah satu kliennya. (Foto : Istimewa)

Sumedang – Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) tidak ditentukan jadwal servicenya berdasarkan usia pemakaian bulanan, melainkan dari jam operasional unit. Standar perawatan menyebutkan AC wajib diservice setelah mencapai sekitar 1.000 jam kerja karena penumpukan debu dan kotoran mulai memengaruhi performa serta kualitas udara.

Teknisi AC berpengalaman, Andi Pratama, mengatakan masih banyak pengguna yang keliru memahami jadwal perawatan AC. Menurutnya, anggapan bahwa service cukup dilakukan setiap tiga atau empat bulan sekali tidak selalu tepat jika tidak disesuaikan dengan durasi pemakaian harian.

“AC itu bekerja berdasarkan jam nyala, bukan umur bulan. Kalau sudah mendekati atau lewat 1.000 jam kerja, wajib diservice karena di dalam unit sudah banyak debu dan kotoran,” kata Andi saat dihubungi, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, AC rumah tangga yang menyala sekitar delapan jam per hari akan mencapai 1.000 jam kerja dalam waktu kurang lebih empat bulan. Sementara itu, AC yang digunakan selama 10 hingga 12 jam per hari bisa mencapai batas tersebut hanya dalam waktu sekitar tiga bulan atau bahkan lebih cepat.

“Makanya jadwal service tidak bisa disamaratakan. Semakin lama AC menyala setiap hari, semakin cepat juga kebutuhan servicenya,” ujarnya.

Andi merinci, jika AC digunakan sekitar enam jam per hari, service ideal dilakukan setiap lima hingga enam bulan. Untuk pemakaian delapan jam per hari, service AC sebaiknya dilakukan sekitar empat bulan sekali. Sedangkan AC yang menyala 10 hingga 12 jam per hari idealnya diservice setiap tiga bulan.

Sementara itu, untuk AC yang menyala hampir nonstop seperti di kantor, restoran, atau toko, ia menyarankan pemilik rutin mengecek jam kerja unit. Hal ini dilakukan agar AC tidak melewati 1.000 jam operasional tanpa perawatan.

“Kalau sudah lewat 1.000 jam dan tidak diservice, filter dan evaporator akan tertutup debu. Aliran udara terhambat dan suhu ruangan jadi sulit dingin,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat AC bekerja lebih keras dan berdampak pada peningkatan konsumsi listrik. Dalam jangka panjang, beban kerja berlebih bisa mempercepat kerusakan komponen utama, terutama kompresor.

Andi menambahkan, bagi pengguna yang tidak ingin menghitung jam kerja AC secara manual, menggunakan jasa service AC profesional bisa menjadi solusi. Teknisi biasanya dapat menilai kondisi unit dari tingkat kotoran dan performa AC.

“Teknisi berpengalaman bisa tahu apakah kondisi AC sudah setara pemakaian 1.000 jam atau belum, meskipun pengguna tidak mencatat jam nyalanya,” katanya.

Saat ini, lanjut Andi, jasa service AC terdekat cukup mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan untuk perawatan rutin maupun pengecekan berkala. Service yang dilakukan tepat waktu akan membuat AC kembali bekerja optimal, lebih hemat listrik, serta menghasilkan udara yang lebih bersih dan sehat.

Dengan demikian, penentuan jadwal service AC sebaiknya mengacu pada jam kerja unit, bukan semata-mata melihat kalender. Durasi pemakaian harian menjadi faktor utama dalam menentukan kapan AC perlu mendapatkan perawatan. (Adv)

Exit mobile version