Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pendidikan menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026. Acara yang berlangsung di GOR Tadjimalela, Kamis (30/7/2026), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila.
Fajar menjelaskan, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan bersama untuk menjamin setiap anak mendapatkan hak hidupnya, tumbuh, berkembang, belajar, bermain, hingga perlindungan yang maksimal.
“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Masa depan Indonesia Emas ditentukan oleh cara kita menjaga, mendidik, dan melindungi mereka mulai hari ini,” ujar Fajar.
Ia menyebut pesatnya perkembangan zaman dan arus digitalisasi membawa tantangan baru bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, peran serta pengawasan orang tua serta guru menjadi kunci agar anak tidak terpapar konten negatif yang bisa merusak karakter.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua dan guru sangat menentukan pembentukan karakter. Mari awasi anak-anak kita, berikan pendidikan dan literasi memadai, tanamkan nilai moral, mental kuat, serta akhlak yang baik,” ucapnya.
Fajar juga menegaskan Pemkab Sumedang telah membuat kebijakan pembatasan akses situs tidak layak bagi anak di bawah 16 tahun, seiring diperkuatnya edukasi literasi digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengatakan, momen Hari Anak Nasional jadi sarana memastikan hak-hak anak terpenuhi demi masa depan generasi penerus.
“Kegiatan ini wadah kembangkan potensi, minat, kreativitas, dan karakter anak sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Eka.
Penyelenggaraan tahun ini juga bertujuan memberi ruang anak menyalurkan bakat di lingkungan aman dan nyaman, sekaligus melestarikan budaya lokal serta mempererat kerja sama antar satuan PAUD se-Kabupaten Sumedang.
Rangkaian perlombaan seperti bercerita, tari kaulinan, tari kreasi, menyanyi solo, UKS, hingga karnaval sudah digelar sejak 28–29 Juli lalu dan diikuti perwakilan PAUD dari seluruh 26 kecamatan. Puncak acara ini pun menjadi ajang apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama mewujudkan lingkungan ramah anak.










