3 Kali Musim Panen Petani Merugi, Pesawahan di Surian Terkena Hama Tikus

Sumedang – Dalam setahun terakhir ini, petani padi di kabupaten Sumedang mengeluh akibat adanya hama tikus, tak terkecuali pesawahan yang berlokasi di Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang.

Seorang petani, Dede Hermawan, selaku petani masyarakat Desa Renggasari menuturkan, bahwa sawah garapanya mengalami panen paceklik akibat terkena hama tikus.

“Sudah 3 kali gagal panen, ya rugi besar-lah, dan sekarang menuju musim ke-4.” tuturnya, saat ditanyai Tahuekspres.com dirumahnya pada Senin (16/02/2026) malam.

Bahkan, Tambah Dede, dari 100 bata sawah, hanya mampu menghasilkan sebanyak sekitar 24 Kilogram padi.

“pokonya setahun terakhir ini para petani merugi, bahkan dari 100 bata itu petani hanya mendapat hasil panen beras sebanyak 24 Kilogram,” Tambahnya.

Dede menyebut kerugian diakibatkan oleh tidak kembalinya modal, dengan penghasilan sisa hama tikus itu jauh tidak sebanding dengan modal ongkos dan jasa proses penggarapan sawah.

Demikian, dengan kesadaran dan kekompakan, swasembada untuk membeli alat dan upaya lain untuk dapat menekan populasi tikus secara bersama-sama.

“Kita berupaya, swasembada dari para petani sendiri untuk membeli alat, keropyokan, dalam rangka menekan populasi tikus,” terangnya.

Demikian, Dede berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya berharap adanya bantuan pemerintah, baik itu berupa racun tikus dan alat semprot yang bisa digunakan untuk membasmi hama tikus tersebut,” katanya.

Sementara itu, Akbar Agung, selaku pemuda pelopor menyampaikan keprihatinanya, sebab para petani telah mengalami kerugian selama 3 kali musim panen.

“semoga pemerintah bisa hadir dan membantu para petani, sebab gagalnya pamen ini membuat petani akhirnya harus terus mengeluarkan modal setiap kali musim tanam.” kata Akbar memungkasi.**

Exit mobile version