BudayaPemerintahanSumedang

Ini Penjelasan Soal Kegaduhan Pj Bupati Sumedang Tidak Hadir di Acara Sarasehan Budaya

Rukun Wargi Sumedang kecewa lantaran Pj Bupati Sumedang tidak hadir di acara Sarasehan Budaya yang merupakan rangkaian HJS ke-446 di Gedung Negara.

Ketidakhadiran Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli saat acara Sarasehan Budaya yang merupakan rangkaian Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-446 di Gedung Negara Sumedang pada Hari Minggu (21/4), membuat kecewa Rukun Wargi Sumedang (RWS).

“Saya kecewa dengan Pj Bupati Sumedang. Kami disini sedang Sarasehan bagaimana budaya itu menyangkut kehidupan kami hari ini dan ke depan. Kami berharap banyak, kami itu ingin ngobrol. Kalau dia tidak hadir akibat tugas yang lain boleh.

Tapi dia tidak hadir dengan alasan jalan-jalan ke Jatigede. Ini acara pemerintah Sumedang dan dia kepala pemerintahan. Saya malu dengan TNI, dengan Polri, dengan undangan yang hadir. Ini malah jalan-jalan ke Jatigede,” ungkap Nonoman Panggede RWS, Agus Muslim, seperti pada rekaman video yang diterima Tahu Ekspres, Minggu (21/4).

Agus Muslim menjelaskan, kalau bicara soal Jatigede baginya sangat sensitif lantaran disana ada makam leluhur orang Sumedang yang ikut tenggelam.

“Dan khusus Jatigede itu bagi kami masalahnya sensitif sekali. Kenapa? Karena disana ada makam leluhur kami. Sebetulnya hati ini tidak rela. Tapi kami ikhlaskan untuk negara Republik Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman Hari Ini Dilantik Jadi Sekda Jawa Barat

Ia mengikhlaskan makam leluhurnya untuk ditenggelamkan demi kemaslahatan bersama. Tapi pihaknya ingin juga diobati agar diberi harapan kedepan supaya tidak ingat lagi makam leluhurnya yang telah tenggelam.

“Pek dikemplang (tengelamkan) itu keur kemaslahatan kabeh (demi kemaslahatan bersama). Tapi hate mah, jadi intinya kami ingin diubaran lah (tapi hati sebenarnya sakit, ingin diobati). Jadi beri kami ini harapan ke depan, biar kami tidak ingat lagi makam leluhur kami yang hilang karena gak mungkin kami nyelam,” kata pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan Sumedang ini.

Menurutnya wajar jika pihaknya menuntut karena harapan kedepan Sumedang ingin menjadi kota Internasional.

“Wajar kalau kami menuntut. Kenapa? Bupati Sumedang, DPRD Sumedang. Pejabat Sumedang itu kan dipilih oleh orang Sumedang. Besok orang Sumedang ditenggelamkan, habis. Bupatinya kan bukan mereka. Ini kan urusan kita bersama, pemerintah dengan masyarakat. Ingat pemerintah itu bukan penguasa. Kedaulatan itu ada di kami. Ini apa alasannya (tidak hadir)?

Baca Juga :  Baduga Kids Football Festival 2024 Resmi Dibuka Ketua PSSI Sumedang

Apa alasannya? Membatalkan kehadiran Pj Bupati di sini dan malah jalan-jalan ke Jatigede. Saya akan tanya dan silahkan melalui media. Apakah ini menyepelekan kami dan tidak mau berhubungan komunikasi dengan kami?

Bilang sama saudara Yudia itu yang katanya Pj Bupati Sumedang. Saya Agus Muslim, mewakili Pemuda Pancasila, Syarikat Islam, dan saya RWS Sumedang,” terang Agus Muslim mempertanyakan ketidakhadiran Pj Bupati Sumedang di acara Sarasehan Budaya di Gedung Negara.

Dikonfirmasi terpisah, melalui press releasenya, Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi.

“Pertama mohon maaf atas kegaduhan karena ketidakhadiran dalam acara tersebut. Karena saya diwaktu yang bersamaan sudah mengagendakan untuk berkunjung ke Command Centre dan mengecek infrastruktur di Kabupaten Sumedang termasuk ke kawasan strategis nasional Jatigede. Sehingga untuk acara Sarasehan tersebut saya menugaskan Kadisparbudpora untuk mewakili saya dalam kegiatan tersebut,” kata Yudia Ramli, Senin (22/4)

Baca Juga :  Herman Suryatman Dilantik Jadi Sekda Jabar, Ini Daftar Undangan dari Unsur Pemerintahan Sumedang

Ia menjelaskan, sebagai Penjabat Bupati Sumedang tentu harus paham kaitan dengan permasalah, peluang dan tantangan yang ada di Sumedang untuk mengakselerasi pengambilan kebijakan guna kesejahteraan masyarakat Sumedang.

“Sehingga saya kemaren membedahnya di command centre. Selanjutnya saya kemaren meninjau proyek strategis nasional Bendungan Jatigede. Selanjutnya meninjau perbaikan jalan Tomo-Jatigede yang saat ini sedang diperbaiki oleh BBWS dengan total anggaran 48 M. Kemudian saya juga meninjau pembangunan jalan Lingkar Utara Keramat Pasir Ingkig sepajang 4.8 KM dari dana APBN sebesar 71 M,” katanya.

Menurutnya, perjalanan ke Jatigede sangat penting karena Jatigede ini memiliki potensi wisata yang luar biasa dan untuk menunjang potensi tersebut aksesibilitas jalan harus bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button