Kategori
Sumedang

Gejala Covid-19 Masyarakat Cenderung Terganggu Masalah Kejiawaan

”Tercatat, sebanyak 64,3 persen dari 1.522 responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi setelah melakukan periksa mandiri via daring terkait kesehatan jiwa dampak dari pandemi COVID-19 yang dilakukan dilaman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI),” ucap Lily Alia Mahasiswa Fisip Unpad.

JATINANGOR – Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, banyak yang terkena dampak terutama dalam sisi finansial, imbasnya banyak masyarakat yang memiliki gangguan dalam kesehatan mental (gangguan jiwa).

Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) Fisip Unpad Jatinangor melakukan peneilitian terhadap gejalan yang terjadi dimasyarakat berkaitan dengan adanya covid-19.

”Tercatat, sebanyak 64,3 persen dari 1.522 responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi setelah melakukan periksa mandiri via daring terkait kesehatan jiwa dampak dari pandemi COVID-19 yang dilakukan dilaman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI),” ucap Lily Alia Mahasiswa Fisip Unpad belum lama ini.

Lily menjelaskan kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

”Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri,” tambahnya.

Menurutnya, Kondisi mental yang sehat pada tiap individu tidaklah dapat disamaratakan. Kondisi inilah yang semakin membuat urgensi pembahasan kesehatan mental yang mengarah pada bagaimana memberdayakan individu, keluarga, maupun komunitas untuk mampu menemukan, menjaga, dan mengoptimalkan kondisi sehat mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Paradigma yang ingin ditekankan pada kesehatan mental ini adalah bahwa sebetulnya setiap individu memiliki kebutuhan untuk menjadi sehat secara mental, hidup dan berfungsi optimal dalam kesehariannya meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik maupun mental (seperti: cacat tubuh, sakit kronis, mantan pecandu atau penderita gangguan mental),” katanya.

Berangkat dari data di atas, kata ia, Himabis mengadakan program kerja Penggalangan dana yang dikelola dan dilaksanakan oleh Departemen Corporate Social Responsibility (CSR), untuk membantu pihak yang membutuhkan atau orang yang mengidap gangguan kesehata mental agar dapat membantu menunjang kebutuhan sehari- harinya di dalam kondisi pandemi Covid-19.

“CSR Himabis Fisip Unpad bekerja sama dengan komunitas sosial melakukan penggalangan dana untuk Yayasan Barokah Bhakti yang menampung puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat. Donasi dihimpun melalui platform kitabisa.com yang diakses melalui Kitabisa.com/BantuPasienODGJ dan melalui rekening dari anggota pengurus penggalangan dana. Donasi yang terkumpul yaitu sebanyak Rp. 3.000.000,- dan 150 kg beras,” tutupnya.