Sosial

Atasi Kekeringan di Sumedang, Basarnas Kerahkan Alat Penjernih Air Sungai

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengirimkan bantuan peralatan penjernih air untuk masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat kekeringan. Alat ini digunakan untuk penyulingan air di Sungai Cimanuk, Jembatan Lingkar Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Rabu (11/10). Hasil penyulingan air sungai ini kemudian di distribusikan bagi warga terdampak kekeringan di Wilayah Kabupaten Sumedang.

Bagi warga yang membutuhkan air bersih nantinya bisa menghubungi pihak BPBD Sumedang. Pendistribusian air bersih ini juga dibantu oleh tanki Damkar Sumedang.

Baca Juga :  Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api di Bandung Ditutup, Ini Daftar Nama Korban Meninggal Dunia

Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril S.E, M.M,. menyebutkan, pihaknya telah mengerahkan satu tim personel dan juga kendaraan Disaster Support Tactical Equipment Vehicle yang memiliki perlatan water treatment ke Kabupaten Sumedang untuk melakukan penyulingan di Sungai Cimanuk.

Sebelumnya, sekira Jam 9.30 WIB, Jumaril beserta timnya tiba di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang diterima langsung oleh Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Atang Sutarno. Sebelum melakukan penyulingan di Sungai Cimanuk pihaknya melaksanakan koordinasi dengan Pemda Sumedang.

Baca Juga :  Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api di Bandung Ditutup, Ini Daftar Nama Korban Meninggal Dunia

“Berdasarkan hasil koordinasi Basarnas Bandung dengan BPBD Sumedang bahwa bencana kekeringan di Kabupaten Sumedang mengakibatkan 18 Kecamatan di Kabupaten Sumedang terdampak krisis air bersih,” kata Jumaril.

Ia menjelaskan, cuaca panas yang cukup ekstrem kali ini tengah melanda tanah air termasuk di wilayah Jawa Barat, yang berdampak pada kekeringan dan membuat sulitnya air bersih di beberapa wilayah, salah satunya di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga :  Operasi SAR Kecelakaan Kereta Api di Bandung Ditutup, Ini Daftar Nama Korban Meninggal Dunia

“Sumedang mengalami penyusutan sumber air hingga 70% . Kekeringan diprediksi akan terus terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi, kekeringan akan berakhir hingga akhir Oktober – November 2023,” terangnya.

Bahkan, menurutnya, musim hujan pun diprediksi tidak akan turun dengan intensitas tinggi. kondisi kekeringan saat ini yang terjadi di beberapa wilayah memang dipicu oleh musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button