Tahu Ekspres Sumedang

Selalu Ingin Tahu Lebih Cepat Tentang Sumedang

Merasa Resah, Pemancing Asal Sumedang Temukan Dugaan Penyetruman dan Peracunan Ikan di Sejumlah Sungai

Sumedang – Sejumlah penghobi memancing di Kabupaten Sumedang mengeluhkan dugaan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal menggunakan setrum dan racun. Aktivitas tersebut disebut ditemukan di sejumlah titik sungai hingga pesisir Waduk Jatigede.

Salah seorang penghobi memancing asal Situraja, Rivaldi Noeryadin, mengatakan praktik tersebut menjadi keresahan bagi para pemancing. Menurutnya, penggunaan racun maupun setrum untuk menangkap ikan dapat merusak ekosistem perairan.

“Saya ingin menyampaikan keresahan kami akibat adanya aktivitas penangkapan ikan secara ilegal dengan cara diracun dan disetrum di beberapa titik yang saya temukan,” kata Rivaldi kepada Tahu Ekspres, Senin (17/8/2026).

Rivaldi berharap dugaan aktivitas tersebut dapat ditindak sesuai aturan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Dia menilai penangkapan ikan dengan cara tersebut merupakan praktik ilegal.

Dugaan Udang yang Mati Akibat Racun yang Secara Bergerombol di Satu Titik (Foto : Istimewa)

“Kami berharap tindakan tersebut bisa diproses oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang secara hukum, mengingat menangkap ikan dengan cara tersebut telah melanggar hukum atau ilegal,” ujarnya.

Dia menyebut dugaan penyetruman ikan cukup sering ditemukan di kawasan pesisir Waduk Jatigede. Aktivitas itu, kata dia, biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

“Sebetulnya banyak pisan aktivitas penyetruman ikan di pesisir Jatigede, tapi biasanya suka subuh atau maghrib,” ungkapnya.

Rivaldi berharap kondisi sungai di Sumedang dapat kembali lestari. Para pemancing juga berencana ikut berkontribusi dengan melakukan penggalangan dana untuk membeli bibit ikan.

“Harapan kami sebagai pemancing liaran, ke depannya kami ingin alam dan sungai di Sumedang kembali lestari seperti sedia kala,” katanya.

Selain di Jatigede, Rivaldi menyebut sejumlah lokasi lain yang diduga menjadi titik aktivitas penangkapan ikan menggunakan portas maupun setrum. Di antaranya Sungai Bobojong di muara Leuwi Tonjong, Cipeles, Sungai Ciderma, pesisir Waduk Jatigede kawasan Cigembor, Leuwi Liang Cipeles bagian Tagog, serta Bendungan Sentig.

“Dan untuk bentuk kepedulian kami terhadap ikan-ikan endemik Sumedang, kami akan melakukan penggalangan dana untuk membeli bibit ikan dan melakukan pelepasliaran ke alam,” pungkasnya.